Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Empati terhadap Bencana Nasional, Pengelola Wisata Banyumas Batalkan Pesta Kembang Api

Lilik Darmawan
25/12/2025 13:34
Empati terhadap Bencana Nasional, Pengelola Wisata Banyumas Batalkan Pesta Kembang Api
.(MI/Lilik Darmawan)

Pengelola kawasan wisata Teratai Mas di Banyumas, Jawa Tengah, secara resmi membatalkan seluruh agenda pesta kembang api dan perayaan malam pergantian tahun yang sedianya dipusatkan di kawasan ikonik Menara Teratai Purwokerto. 

Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian dan empati atas situasi nasional yang saat ini tengah menghadapi serangkaian musibah bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.

Koordinator Pemasaran Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) Teratai Mas, Topan Pramukti, menyampaikan bahwa keputusan pembatalan tersebut bukan merupakan langkah sepihak. 

Pihaknya telah melakukan koordinasi mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), mulai dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, mitra kegiatan, hingga tokoh masyarakat setempat.

“Pembatalan ini merupakan bentuk penyesuaian kebijakan pengelolaan ruang publik terhadap kondisi nasional. Setelah berdiskusi secara komprehensif, terdapat kesepahaman bahwa perayaan dengan karakter euforia tinggi, seperti pesta kembang api, perlu ditiadakan. Keputusan ini tentang bagaimana ruang publik dikelola agar tetap selaras dengan nilai empati dan kepekaan sosial,” ujar Topan pada Kamis (25/12).

Meski pesta kembang api ditiadakan, beberapa agenda wisata lainnya di bawah pengelolaan BLUD Teratai Mas tetap berjalan dengan sejumlah penyesuaian. Kegiatan Lentera Air (Aqua Lantern) di Taman Mas Kemambang tetap dilaksanakan, namun dikemas secara lebih sederhana, tertib, dan reflektif. Fokus acara dialihkan pada makna doa bersama dan solidaritas sosial dalam menyambut tahun baru, alih-alih perayaan yang bersifat hura-hura.

Sementara itu, untuk di kawasan Madhang Maning Park, agenda malam tahun baru tetap diisi dengan pertunjukan musik dari grup band lokal. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang hiburan yang mendukung ekosistem kreatif daerah dengan suasana yang lebih terkendali. 

Pengelola memastikan seluruh aktivitas di malam pergantian tahun nanti akan diawasi secara ketat guna menjamin keamanan tanpa menghilangkan esensi dari refleksi akhir tahun.

Langkah BLUD Teratai Mas ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi pengelola destinasi wisata lain dalam merespons situasi sosial nasional. 

Dengan meniadakan perayaan berlebihan, kawasan Menara Teratai Purwokerto tetap hadir sebagai ruang publik yang nyaman namun tetap menghargai suasana duka yang dialami oleh masyarakat di wilayah terdampak bencana. (LD/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik