Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Realisasi Outflow Uang Kartal Nataru di DIY Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Ardi T Hardi
06/1/2026 01:05
Realisasi Outflow Uang Kartal Nataru di DIY Lebih Rendah dari Tahun Lalu
Ilustrasi.(Antara Foto)

JUMLAH uang kartal yang keluar (outflow) dari Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta kepada perbankan dan masyarakat, selama periode Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,34 triliun

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Darmadi Sudibyo uang tersebut dikeluarkan untuk berbagai keperluan, antara lain dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam menyambut Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). 

" DIY menyiapkan uang kartal sebesar Rp2 triliun, yang disusun berdasarkan proyeksi kebutuhan perbankan dan masyarakat," terang dia, Senin (5/1).

Realisasi outflow pada Desember 2025 tersebut lebih tinggi 76,9% dari realisasi outflow November 2025 yang sebesar Rp757,51 miliar. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, realisasi outflow  tersebut lebih rendah sebesar 20,67%, di mana realisasi pada Desember 2024 tercatat Rp1,69 triliun. 

Hal tersebut, kata dia, antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan transaksi nontunai seiring dengan semakin luasnya adopsi sistem pembayaran digital.

Bank Indonesia juga menyelenggarakan kegiatan Kas Keliling SERUNAI (Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai) di seluruh provinsi. 

Di DIY, kegiatan SERUNAI dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2025 di dua rumah ibadah, yaitu Gereja GKKR Baciro dan GKI Ngupasan. Total realisasi penukaran uang pada kegiatan SERUNAI di DIY tercatat sebesar Rp1,07 miliar, yang menunjukkan tingginya antusiasme dan kebutuhan masyarakat terhadap uang Rupiah yang layak edar di momen keagamaan.

Bank Indonesia senantiasa berkomitmen untuk menjaga ketersediaan uang Rupiah yang cukup, berkualitas, dan tepat waktu, sekaligus terus mendorong efisiensi sistem pembayaran melalui penguatan transaksi nontunai. 

"Sinergi antara pemenuhan kebutuhan uang kartal, layanan kas keliling, serta digitalisasi sistem pembayaran diharapkan dapat mendukung stabilitas dan kelancaran aktivitas ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta," tutup dia. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya