Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BATAM masih menjadi primadona investasi baik untuk industri manufaktur maupun pengelolaan sumber daya alam. Selain karena lokasinya yang strategis, pengembangan industri di pulau tersebut juga sangat pesat.
Lebih dari 60% investor di kota yang berada dalam provinsi Kepulauan Riau ini rata-rata berasal dari Tiongkok, Malaysia, dan Singapura. Sebanyak 20% dari Amerika dan Jepang sedangkan sisanya dari Indonesia.
Banyaknya perusahaan-perusahaan asing yang tertarik membuka pabrik dan kantor perwakilannya di Batam mendorong pertumbuhan ekonomi pulau tersebut tumbuh positif. Jumlah lapangan kerja yang terbuka semakin lebar dan mendorong meningkatnya daya beli masyarakat.
Hal ini dipertegas Presiden & CEO Triniti Land, Ishak Chandra. Menurut Ishak, dalam laporan Bank Indonesia, pada dua kuartal terakhir, Property Index Growth Batam tumbuh paling tinggi di Indonesia. Ini mengindikasikan industri ini tumbuh cukup bergairah.
“Apalagi populasi di Batam cukup besar, hampir dua juta orang. Bagi kami yang bergerak di industri ini, tentu ini menjadi faktor penting karena adanya critical mass,” ungkapnya di Batam, Jumat (20/12).
Ishak menambahkan bahwa proyek yang dikembangkan Triniti Land di Batam, termasuk kota-kota lain, selalu mempunyai style dan konsep yang berbeda.
“Meski industri properti mengalami slow growth sejak 2015 sampai sekarang, namun produk kami tetap bisa diserap oleh pasar. Mengapa demikian? Karena produk yang kami tawarkan selalu unik dan berbeda,” tuturnya.
Keunggulan konsep boutique and stylish developments Triniti Land tersebut menarik minat platform peer to peer lending (P2P) yang fokus pada properti, Gradana untuk bekerjasama menggarap potensi pasar di Batam.
Menurut Angela Oetama, co-founder Gradana, pertumbuhan kelas menengah juga turut mempengaruhi meningkatnya permintaan residensial di pulau yang bertetangga dengan Singapura tersebut.
Selain warga lokal, para perantauan yang berasal dari daerah-daerah lain pun tertarik untuk memiliki hunian di Batam baik dengan cara membeli atau menyewa.
Terbukti banyak sekali pengembang-pengembang papan atas Indonesia yang berlomba-lomba membangun portofolionya di Batam, termasuk Triniti Land yang Januari 2020 ini akan go public di Bursa Efek Indonesia.
Saat ini, Gradana bekerja sama dengan Triniti Land yang sedang membangun proyek Marc’s Boulevard membantu calon konsumen yang ingin mencicil uang muka hingga 18 bulan serta mendapatkan kemudahan untuk melanjutkan KPR setelah uang muka selesai dicicil.
Gradana telah bekerjasama dengan BTN serta dalam proses finalisasi dengan beberapa bank lainnya untuk menyediakan fasilitas tersebut.
“Kami menawarkan GraDP bagi calon konsumen yang ingin membeli unit properti di Marc’s Boulevard. Dengan fasilitas ini, kami berharap masyarakat yang ingin membeli properti bisa lebih mudah," kata Angela.
"Dulu apabila ingin membeli properti harus menabung dan menyiapkan uang muka dulu. Namun sekarang ini, kenaikan harga properti dan kemampun orang untuk menabung tidak berimbang. Cicilan DP yang lebih panjang membuat properti lebih terjangkau,” ungkapnya.
Selain kerja sama dengan Triniti Land, Gradana pun juga akan menjalin kerja sama dengan agen-agen properti yang ada di Batam sebagai perpanjangan tangan layanan dari startup yang baru-baru ini memenangi ajang The Asia Entrepreneurship Training Program (AETP) dari pemerintah Swiss tersebut
“Selain GraDP, kita juga ada GraStrata dan GraSewa. Dua fitur layanan ini khusus untuk warga Batam yang ingin membeli atau mau menyewa properti baik untuk kebutuhan residensial seperti rumah atau apartemen ataupun komersial seperti ruko, gudang dan kios. Untuk GraStrata dan GraSewa tidak perlu menyiapkan uang muka dan dapat dicicil secara bulanan,” papar Angela.
Mengingat Batam adalah kota industri dan Kawasan Ekonomi Khusus, tentu banyak permintaan sewa di luar pembelian.
“Misalnya, ada orang yang memang berencana tidak untuk menetap selamanya di Batam. Mungkin karena faktor pekerjaan yang membuat mereka harus berdomisili di sana. Maka fasilitas layanan kami seperti GraSewa bisa menjadi solusi. Ditambah lagi tidak semua perusahaan menyiapkan tempat tinggal buat karyawan-karyawannya,” jelasnya.
Angela berharap bahwa kehadiran Gradana bisa membawa angin segar kepada pasar Batam baik dari segi penjualan, pembelian dan industri turunannya seperti mebel, vendor renovasi, dan bahan bangunan. (OL-09)
Kerja sama ini akan fokus pada penerapan jangka panjang teknologi artificial intelligence (AI)/kecerdasan buatan pada bidang keuangan.
Bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset turun secara signifikan dan berlangsung dalam periode yang relatif panjang.
KETIDAKPASTIAN ekonomi global membuat aktivitas merger dan akuisisi (M&A) segmen menengah atau mid-market melambat sepanjang 2025.
Pada Desember 2025 porsi konsumsi tercatat sebesar 74,3% kemudian turun menjadi 72,3% pada Januari 2026 dan kembali menurun menjadi 71,6% pada Februari 2026.
Kanada ingin terlebih dulu bertemu dengan pebisnis lokal untuk menjajaki peluang investasi.
Peningkatan harga emas dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu minat masyarakat terhadap investasi, terutama pada instrumen yang dinilai relatif aman atau safe haven.
ARUS mudik Lebaran 2026 di Kota Batam mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Pelabuhan domestik di sejumlah titik terpantau dipadati pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman.
Keberadaan berbagai skema kawasan seperti PSN, KEK, dan SEZ di Batam berpotensi menimbulkan kompleksitas birokrasi jika tidak dikelola sederhana dan terintegrasi.
Kegiatan pemotongan kapal yang dilakukan di area shipyard tersebut berjalan sesuai prosedur dan telah mengantongi perizinan yang diperlukan.
Polisi bongkar sindikat PMI ilegal di Batam. Pelaku gunakan modus ship to ship ke Malaysia dengan keuntungan Rp3 juta per orang. Simak kronologinya.
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved