Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji penggunaan material jalan berteknologi porus atau penyerap air sebagai solusi atas persoalan jalan cepat rusak akibat sering terendam banjir.
Langkah ini diambil menyusul tingginya intensitas genangan yang berdampak pada kualitas infrastruktur jalan di ibu kota.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan, kerusakan jalan kerap terjadi karena aspal terlalu sering terendam air, kemudian dilintasi kendaraan dengan beban lalu lintas tinggi. Kondisi tersebut membuat daya lekat aspal melemah hingga akhirnya terkelupas.
“Kalau aspal sering terendam, kemudian dilintasi kendaraan, akan terjadi segregasi. Daya lekatnya berkurang, lalu terlepas. Kalau banjir terus dan dilintasi terus, ya pasti rusak,” kata Heru kepada awak media, dikutip Kamis (22/1).
Ia mengungkapkan, Dinas Bina Marga sebenarnya sudah mengenal dan mulai menggunakan material beton porus maupun aspal porus yang memiliki kemampuan menyerap air. Namun, penerapannya hingga kini masih terbatas dan belum menyentuh badan jalan utama.
“Ya ada, jadi ada beton menyerap air, ada aspal menyerap air, tapi masih digunakan di trotoar,” ujarnya.
Menurut Heru, penggunaan aspal porus di trotoar masih bersifat percontohan. Untuk diterapkan di badan jalan yang dilalui kendaraan bermotor, diperlukan kajian teknis yang lebih mendalam, terutama terkait kekuatan dan daya tahannya.
“Untuk kekuatan dipakai di jalan, ini yang harus kita coba dan teliti lebih dulu,” jelasnya.
Ia menegaskan, tantangan utama penerapan aspal porus di jalan raya Jakarta adalah ketahanannya terhadap beban lalu lintas harian yang padat. Karena itu, pihaknya tengah melakukan penelitian untuk memastikan material tersebut aman dan efektif digunakan dalam jangka panjang.
“Saya harus melakukan penelitian dulu terhadap kekuatannya, baik beton porus maupun aspal porus, apakah kuat untuk kendaraan dan lalu lintas harian. Itu yang sedang kita kaji,” pungkasnya.
Sebagai informasi, aspal porus telah diterapkan di sejumlah negara maju karena memiliki rongga udara atau pori-pori yang berfungsi sebagai sistem drainase alami.
Material ini memungkinkan air hujan meresap ke bawah permukaan, sehingga dinilai efektif mengurangi genangan sekaligus memperpanjang usia layanan jalan. (Far/P-3)
Curah hujan yang cukup tinggi yang terjadi pada Rabu (1/4) pagi membuat ruas jalan di daerah itu tergenang air sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.
PASANGAN suami istri yang merupakan pemudik dari Bogor, Jawa Barat, mengalami insiden memilukan. Keduanya terbawa hanyut arus deras di saluran drainase Cianjur.
Dalam tinjauannya, Menteri PU Dody Hanggodo menyambangi embung di Desa Padakaton guna melihat langsung titik pemicu luapan air.
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Salah satu poin krusial dalam aturan tersebut adalah larangan penggunaan kendaraan pribadi bagi ASN selama masa WFH berlangsung.
Ia menekankan, kebijakan tersebut tidak menjadi kendala bagi Pemprov DKI. Menurutnya, Jakarta telah memiliki kesiapan birokrasi.
Pemprov DKI perlu menempatkan perlindungan warga Jakarta sebagai prioritas utama.
Ia menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan strategi agar tempat wisata di Ibu Kota tetap kondusif ketika terjadi lonjakan wisatawan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan fasilitas pengolahan sampah tersebut direncanakan dibangun di tiga lokasi strategis.
PEMERINTAH Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta resmi menyediakan layanan TransJabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) pada Kamis (12/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved