Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Jalan Jakarta Cepat Rusak Terendam Banjir, Pemprov DKI Kaji Aspal Porus

Mohamad Farhan Zhuhri
22/1/2026 16:18
Jalan Jakarta Cepat Rusak Terendam Banjir, Pemprov DKI Kaji Aspal Porus
ilustrasi(Antara)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji penggunaan material jalan berteknologi porus atau penyerap air sebagai solusi atas persoalan jalan cepat rusak akibat sering terendam banjir.

Langkah ini diambil menyusul tingginya intensitas genangan yang berdampak pada kualitas infrastruktur jalan di ibu kota.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan, kerusakan jalan kerap terjadi karena aspal terlalu sering terendam air, kemudian dilintasi kendaraan dengan beban lalu lintas tinggi. Kondisi tersebut membuat daya lekat aspal melemah hingga akhirnya terkelupas.

“Kalau aspal sering terendam, kemudian dilintasi kendaraan, akan terjadi segregasi. Daya lekatnya berkurang, lalu terlepas. Kalau banjir terus dan dilintasi terus, ya pasti rusak,” kata Heru kepada awak media, dikutip Kamis (22/1).

Ia mengungkapkan, Dinas Bina Marga sebenarnya sudah mengenal dan mulai menggunakan material beton porus maupun aspal porus yang memiliki kemampuan menyerap air. Namun, penerapannya hingga kini masih terbatas dan belum menyentuh badan jalan utama.

“Ya ada, jadi ada beton menyerap air, ada aspal menyerap air, tapi masih digunakan di trotoar,” ujarnya.

Menurut Heru, penggunaan aspal porus di trotoar masih bersifat percontohan. Untuk diterapkan di badan jalan yang dilalui kendaraan bermotor, diperlukan kajian teknis yang lebih mendalam, terutama terkait kekuatan dan daya tahannya.

“Untuk kekuatan dipakai di jalan, ini yang harus kita coba dan teliti lebih dulu,” jelasnya.

Ia menegaskan, tantangan utama penerapan aspal porus di jalan raya Jakarta adalah ketahanannya terhadap beban lalu lintas harian yang padat. Karena itu, pihaknya tengah melakukan penelitian untuk memastikan material tersebut aman dan efektif digunakan dalam jangka panjang.

“Saya harus melakukan penelitian dulu terhadap kekuatannya, baik beton porus maupun aspal porus, apakah kuat untuk kendaraan dan lalu lintas harian. Itu yang sedang kita kaji,” pungkasnya.

Sebagai informasi, aspal porus telah diterapkan di sejumlah negara maju karena memiliki rongga udara atau pori-pori yang berfungsi sebagai sistem drainase alami.

Material ini memungkinkan air hujan meresap ke bawah permukaan, sehingga dinilai efektif mengurangi genangan sekaligus memperpanjang usia layanan jalan. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya