Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pembangunan Trotoar Jakarta tak Lagi Masif, Kini Fokus Hubungkan Halte dan Stasiun

Golda Eksa
08/1/2026 19:29
Pembangunan Trotoar Jakarta tak Lagi Masif, Kini Fokus Hubungkan Halte dan Stasiun
Ilustrasi .(Antara)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk mengubah strategi pembangunan infrastruktur pejalan kaki pada tahun 2026. Akibat adanya efisiensi anggaran, pembangunan trotoar kini diprioritaskan hanya pada titik-titik simpul yang terintegrasi langsung dengan transportasi publik.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan layanan publik di tengah keterbatasan dana.

"Terkait dengan efisiensi anggaran. Akhirnya, keputusan yang diambil adalah pembangunan trotoar terutama di 2026 itu akan difokuskan kepada titik-titik simpul yang mendukung transportasi publik," ujar Nirwono dalam Diskusi Catatan Transportasi Awal Tahun 2026 bertajuk 'Menjaga Keberlanjutan Layanan Angkutan Umum di Tengah Efisiensi Anggaran' di Jakarta, Kamis (8/1).

Evaluasi Berbasis Dampak Lalu Lintas
Nirwono menambahkan bahwa setiap rencana pembangunan trotoar kini melalui proses negosiasi dan evaluasi yang ketat. Aspek utama yang dipertimbangkan adalah efektivitas kawasan dan potensinya dalam memicu kemacetan baru.

"Belajar dari 2025, dalam pandangan saya cukup bagus tentu adalah trotoar di MRT Fatmawati. Itu cukup terhubung dengan baik ya, meskipun dalam pembangunannya kita tahu Jalan TB Simatupang menjadi salah satu yang viral," ucapnya.

Menurut Nirwono, tidak semua kawasan di Jakarta harus dibangun trotoar secara masif. Skala prioritas kini digeser untuk menyambungkan akses antara pejalan kaki dengan halte TransJakarta, stasiun MRT, maupun LRT Jakarta.

"Jadi, penentuan skala prioritas itu yang akhirnya diambil untuk menyiasati terutama efisiensi anggaran," tegas Nirwono.

Refleksi Proyek 'Complete Street' 2025
Sebagai catatan, pada 2025, Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk merevitalisasi trotoar dengan konsep Complete Street. Konsep ini mengedepankan integrasi antarmoda serta penanaman pepohonan untuk mereduksi polusi dan menurunkan suhu perkotaan.

Sepanjang tahun lalu, terdapat empat lokasi utama yang menjadi fokus penataan, yakni:

  •     Kawasan Blok M: Lanjutan area Jalan Falatehan I dan sisi Terminal Blok M.
  •     Jalan Mangga Besar Raya: Penataan akses pejalan kaki komersial.
  •     Kawasan Tebet: Meliputi Jalan Prof Dr Soepomo, Jalan Saharjo, dan akses menuju Stasiun KA Tebet.
  •     Simpang Fatmawati: Mencakup Jalan Fatmawati hingga sebagian Jalan TB Simatupang dan RA Kartini.

Melalui strategi fokus pada simpul transportasi di 2026, Pemprov DKI berharap meski anggaran terbatas, manfaat infrastruktur tetap dirasakan langsung oleh pengguna transportasi umum guna meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kenyamanan warga Jakarta. (Ant/P-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik