Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kebakaran Terra Drone, Pramono Minta Seluruh Gedung Diperiksa Ulang

Golda Eksa
10/12/2025 14:02
Kebakaran Terra Drone, Pramono Minta Seluruh Gedung Diperiksa Ulang
Kebakaran gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat .(Instagram)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya segera memeriksa seluruh bangunan gedung di Ibu Kota pada pekan ini. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan semua gedung telah memenuhi dan mengikuti aturan serta standar kelayakan yang berlaku, menyusul insiden kebakaran maut di gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusa, yang menyebabkan 22 orang tewas.

"Saya sudah meminta, dan dalam minggu-minggu ini kita akan segera mengecek kembali semua gedung yang ada. Karena yang seringkali jadi problem itu bukan gedung-gedung yang, mohon maaf, yang tinggi-tinggi, yang memang aturan dan syarat administrasinya lengkap, tetapi gedung-gedung yang tumbuh," kata Pramono di Jakarta Pusat, Rabu (10/12).

Pramono merujuk pada kebakaran yang melanda rumah toko (ruko) di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12). Menurutnya, gedung tersebut diduga tidak memenuhi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan standar keamanan.

"Gedung kemarin itu, gedung yang tumbuh. Kiri-kanannya gedung lama, tumbuh satu-satunya gedung itu, sehingga pasti secara kelengkapan, persyaratannya tidak terpenuhi. Nah, yang seperti itu yang akan kami tertibkan," tegasnya.

Saat meninjau lokasi, pria yang akrab disapa Pram itu menilai persoalan utama pada bangunan tersebut adalah ketidaksesuaian dengan standar keamanan. Meskipun gedung itu dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR), namun pengelola dinilai tidak menyiapkan pengamanan khusus untuk produk baterai litium yang disimpan di sana.

"Kalau saya lihat struktur dan sebagainya, pasti mereka melanggar aturan. Karena apa? Tangganya kecil banget, dan itu yang menyebabkan beberapa orang enggak bisa turun ke bawah," jelas Pramono.

Tanggung Biaya Korban
Menyikapi insiden yang merenggut 22 jiwa tersebut, Pramono memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menanggung seluruh biaya yang timbul, baik bagi korban luka maupun korban meninggal dunia.

Bagi korban meninggal, Pemprov DKI akan menanggung seluruh biaya pemakaman untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Sementara itu, biaya perawatan di rumah sakit bagi korban luka juga akan ditanggung penuh oleh Pemprov.

"Yang luka dan sebagian nanti akan dirujuk, dan kami Pemerintah DKI Jakarta yang akan menyelesaikan biayanya bagi yang luka dan sebagainya," ujar Pramono.

Meskipun demikian, Pramono menegaskan bahwa tragedi kebakaran tersebut harus menjadi pelajaran penting dan diharapkan tidak terulang kembali di masa depan. Untuk itu, dia meminta kepada siapapun yang memiliki usaha dan tempat usaha di Jakarta agar memprioritaskan jalur dan sistem keselamatan yang memadai. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya