Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA duka menyelimuti lokasi kebakaran gedung yang menewaskan sejumlah karyawan pada Selasa (9/12) kemarin.
Dea, 52, seorang ibu salah satu korban selamat, menceritakan ulang detik-detik ketika anaknya menghubungi dirinya sesaat setelah ledakan mengguncang kantor tempat korban bekerja.
“Sekitar jam 12 anak saya telepon. ‘Kantor aku meledak, bos aku mati,’ katanya. Saya langsung lemes, enggak bisa ngomong apa-apa,” ujar Dea ditemui kemarin dikutip Rabu (10/12).
Ia menjelaskan, setelah telepon itu, ia tak lagi bisa menghubungi anaknya. Ia hanya bisa bergegas menuju lokasi sambil meminta keponakan untuk memastikan kondisi putranya. Beberapa saat kemudian, kabar yang ia tunggu datang, yakni sang anak selamat.
“Alhamdulillah akhirnya dikabarin selamat. Saya langsung nyusul ke sini,” ucapnya.
Menurut penuturan anaknya, ledakan terjadi setelah waktu makan siang.
"Dia bilang, ‘Aku di lantai 3, habis makan, meledak.’ Kebakaran itu langsung bikin dia lari ke bawah,” kata Dea.
Namun tidak semua pegawai seberuntung dirinya.
"Ternyata di lantai 3 itu meninggal semua. Sampai bosnya anak saya juga,” ungkapnya.
Ketika ditanya bagaimana anaknya menyelamatkan diri, Dea mengatakan anaknya langsung turun begitu mendengar ledakan.
"Pas bunyi ‘bum’, dia langsung sigap ke bawah. Enggak pakai tangga darurat, langsung turun saja,” tuturnya.
Ia menyebut banyak korban meninggal karena sesak napas akibat kepulan asap tebal.
"Asep. Iya sesak. Kan enggak bisa keluar. Buntu di belakang, pintu depan cuma satu,” katanya.
Bahkan, beberapa korban, menurut cerita yang didengar anaknya, mengalami pendarahan dari hidung dan telinga karena paparan asap pekat. Dea hanya bisa bersyukur anaknya selamat, meski bayang-bayang tragedi itu masih terasa kuat.
"Syok saja dia. Tadi pagi masih makan bareng bosnya… sekarang bosnya udah enggak ada,” ucapnya. (Far/P-3)
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Petugas pemadam kebakaran menunjukkan respons yang cukup impresif dengan tiba di lokasi kejadian hanya enam menit setelah laporan diterima, yakni pukul 21.31 WIB.
Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Pedongkelan Belakang, RT 03/RW 14, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1) dini hari.
KEPULAN asap pekat masih membubung dari area pabrik sandal Swallow PT Garuda Mas Perkasa hingga Kamis (29/1) sore.
UPAYA pemadaman kebakaran hebat yang melanda pabrik karet PT Garuda Mas Perkasa, produsen sandal merek Swallow, belum sepenuhnya tuntas hingga menjelang siang, Rabu (28/1).
Vishwash Kumar Ramesh, korban selamat Air India, dalam kondisi stabil dan sudah berbicara dengan keluarganya.
Ia menuturkan tidak lama setelah itu, longsoran menerjang dan menimbun truk dan dirinya terjebak di dalam kabin selama kurang lebih 30 menit.
Sevina Azahra, 14, warga Pageurageung, Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, dirinya akan tenggelam di Pantai Pangandaran tapi diselamatkan Andithya.
Sebuah bus PO Haryanto yang melayani rute Yogyakarta-Pati terbakar di Jalan Siliwangi. Berkat kesigapan sopir dan awak bus, tidak ada korban jiwa maupun luka.
Keluarga korban kapal penangkap ikan Dewi Jaya 2 asal Pekalongan, Jawa Tengah, berharap korban hilang segera ditemukan dan korban selamat segera dipulangkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved