Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ibu Korban Selamat Terra Drone Ceritakan Detik-Detik Ledakan, Anak Saya Telepon: Kantor Aku Meledak, Bos Aku Mati

Mohamad Farhan Zhuhri
10/12/2025 11:51
Ibu Korban Selamat Terra Drone Ceritakan Detik-Detik Ledakan, Anak Saya Telepon: Kantor Aku Meledak, Bos Aku Mati
Ilustrasi.(Antara)

SUASANA duka menyelimuti lokasi kebakaran gedung yang menewaskan sejumlah karyawan pada Selasa (9/12) kemarin.

Dea, 52, seorang ibu salah satu korban selamat, menceritakan ulang detik-detik ketika anaknya menghubungi dirinya sesaat setelah ledakan mengguncang kantor tempat korban bekerja.

“Sekitar jam 12 anak saya telepon. ‘Kantor aku meledak, bos aku mati,’ katanya. Saya langsung lemes, enggak bisa ngomong apa-apa,” ujar Dea ditemui kemarin dikutip Rabu (10/12).

Ia menjelaskan, setelah telepon itu, ia tak lagi bisa menghubungi anaknya. Ia hanya bisa bergegas menuju lokasi sambil meminta keponakan untuk memastikan kondisi putranya. Beberapa saat kemudian, kabar yang ia tunggu datang, yakni sang anak selamat.

“Alhamdulillah akhirnya dikabarin selamat. Saya langsung nyusul ke sini,” ucapnya.

Menurut penuturan anaknya, ledakan terjadi setelah waktu makan siang.

"Dia bilang, ‘Aku di lantai 3, habis makan, meledak.’ Kebakaran itu langsung bikin dia lari ke bawah,” kata Dea.

Namun tidak semua pegawai seberuntung dirinya.

"Ternyata di lantai 3 itu meninggal semua. Sampai bosnya anak saya juga,” ungkapnya.

Ketika ditanya bagaimana anaknya menyelamatkan diri, Dea mengatakan anaknya langsung turun begitu mendengar ledakan.

"Pas bunyi ‘bum’, dia langsung sigap ke bawah. Enggak pakai tangga darurat, langsung turun saja,” tuturnya.

Ia menyebut banyak korban meninggal karena sesak napas akibat kepulan asap tebal.

"Asep. Iya sesak. Kan enggak bisa keluar. Buntu di belakang, pintu depan cuma satu,” katanya.

Bahkan, beberapa korban, menurut cerita yang didengar anaknya, mengalami pendarahan dari hidung dan telinga karena paparan asap pekat. Dea hanya bisa bersyukur anaknya selamat, meski bayang-bayang tragedi itu masih terasa kuat.

"Syok saja dia. Tadi pagi masih makan bareng bosnya… sekarang bosnya udah enggak ada,” ucapnya. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik