Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya menanggapi pernyataan keluarga almarhum Arya Daru Pangayunan yang menduga diplomat muda Kementerian Luar Negeri itu tewas akibat dibunuh, bukan bunuh diri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Ade Ary Syam Indradi, menegaskan kesimpulan penyelidik didasarkan pada alat bukti yang dikumpulkan selama 21 hari proses penyelidikan, bukan opini. Lamanya proses penyelidikan ini diyakini Ade Ary membuat munculnya celah.
"Itu lah yang membuat gap (celah), gap akhirnya berkembang opini. Padahal, penyelidikan itu nggak boleh berdasakan opini, harus berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan," kata Ade Ary di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (3/10).
Ade menyebut tempat kejadian perkara (TKP) atau indekos Arya Daru di Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat merupakan gudang barang bukti. Maka itu, penyelidik bergerak ke TKP untuk mendalami dan mengolah secara ilmiah berkolaborasi dengan interprofesional
Setidaknya, kata Ade Ary, ada tujuh ahli yang dilibatkan bahkan dihadirkan saat konferensi pers. Seperti ahli Psikologi Forensik, Toksikologi, Kedokteran Forensik, Lab Siber, Identifikasi, dan Sidik Jari. Ade Ary meminta pernyataan para ahli berdasarkan kompetensinya itu diputar kembali agar semakin jelas.
Di sisi lain, Ade Ary mengatakan polisi berempati kepada keluarga korban atas duka yang dialami. Maka itu, penyelidikan yang dilakukan berbasis ilmiah memakan waktu 21 hari.
Meski demikian, Polda Metro tidak menghentikan kasus ini. Bahkan, Ade Ary menyebut pihaknya berharap apabila ada masyarakat atau keluarga atau pihak manapun yang memiliki informasi baru segera berikan kepada penyelidik sebagai bahan pendalaman.
"Nah saat ini kami barusan cek ke penyelidik, itu sedang berkirim surat ke pihak keluarga untuk mengundang apabila ada hal-hal yang ingin disampaikan, mohon disampaikan ke penyelidik juga," ungkap jenderal polisi bintang satu itu.
Arya Daru ditemukan tewas di kamar indekosnya pada 8 Juli 2025, dengan wajah hingga kepala terlilit lakban kuning. Penyelidikan yang dilakukan polisi menyatakan kematian tersebut bukan karena perbuatan orang lain. (P-4)
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepastian hukum setelah tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang berperkara.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemeriksaan Richard Lee untuk mendalami keterangan tambahan.
Kepolisian terus bergerak menelusuri setiap petunjuk terkait keberadaan tersangka AJ.
Setelah adanya permohonan RJ dari para pelapor dan tersangka, serta mempertimbangkan terpenuhinya syarat keadilan restoratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah hukum ini diambil sebagai upaya edukasi sekaligus perlindungan bagi generasi muda dari praktik investasi yang tidak memiliki legalitas jelas.
Polisi telah menerima laporan tersebut. Saat ini, status terlapor masih dalam tahap penyelidikan.
Polda Metro Jaya menegaskan penyelidikan kematian diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan masih berlangsung.
Penyidik kini menelusuri aktivitas media sosial diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan dan dugaan ponsel almarhum yang masih aktif, termasuk berkoordinasi dengan pihak Meta
Budi mengatakan dua sidik jari lainnya tidak bisa diidentifikasi bisa saja karena cuaca. Bisa pula telah dilakukan pengujian namun belum teridentifikasi.
Menurut Martin, berdasarkan keterangan penyidik bekas tiga sidik jari lainnya tidak bisa diteliti, karena tidak layak.
Fakta baru kasus kematian Arya Daru Pangayunan. Penyidik mengungkap Arya 24 kali check in hotel dengan rekan kerjanya bernama Farah
Ayah Arya Daru, Subaryono dan istri Arya Daru, Meta Ayu Puspitantri yang diundang tidak bisa menghadiri karena tengah sakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved