Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA rumah susun di Jakarta menilai kebijakan ini sangat merugikan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Mereka berencana menggelar aksi damai besar-besaran di Kantor Gubernur DKI Jakarta (Balai Kota), pada Senin, 21 Juli 2025, untuk menyuarakan penolakan terhadap penggolongan tarif air yang dinilai tidak adil.
Ketua Umum DPP P3RSI, Adjit Lauhatta, menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali mencoba untuk berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melalui surat permohonan audiensi, namun tidak ada respon dari pihak gubernur.
"Kami mengajak warga rumah susun se-DKI Jakarta untuk turun langsung menyuarakan penolakan terhadap klasifikasi pelanggan air yang keliru dan merugikan MBR," ujar Adjit, Kamis (17/7).
Ia menjelaskan, Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 730/2024 tentang tarif air minum PAM Jaya, yang mengkategorikan rumah susun sebagai pelanggan komersial (Golongan K III) keliru. Padahal rumah susun seharusnya masuk dalam golongan K II yang tarifnya lebih rendah.
Kebijakan ini dianggap tidak hanya mengabaikan prinsip keadilan sosial, tetapi juga bertentangan dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun yang menyatakan bahwa rumah susun adalah hunian, bukan properti komersial.
Selain itu, lanjut dia, Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 37 Tahun 2024, khususnya Pasal 12 dan 13, menyebutkan bahwa rumah susun yang menggunakan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga harus masuk dalam golongan K II dengan tarif dasar.
Ia juga menyoroti pengelompokan tarif terhadap Rusunami Subsidi yang saat ini diposisikan sebagai Rumah Susun Menengah (Kode 5F3), padahal seharusnya dikategorikan sebagai Rumah Susun Sederhana (Kode 5F2).
Aksi yang direncanakan ini akan melibatkan sekitar 1.500 peserta dari berbagai wilayah rumah susun di DKI Jakarta. Mereka berharap dapat bertemu langsung dengan Gubernur untuk menyampaikan tuntutan terkait kebijakan yang dianggap merugikan ini.
“Solidaritas warga adalah kunci. Kami tidak hanya memperjuangkan hak air bersih warga rumah susun, tetapi juga keadilan, martabat, dan hak dasar sebagai warga kota,” tegas Adjit. (Z-10)
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan mutu rumah subsidi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menunjukkan tren perbaikan
Skema akad massal terbukti menjadi motor percepatan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi rumah subsidi.
Pemerintah menegaskan komitmen mempercepat pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
Keragaman dan peningkatan standar pembangunan proyek properti di Indonesia menjadi sorotan
Rakor lintas kementerian di Tangerang bahas percepatan pembangunan rumah subsidi, penuntasan masalah LSD, dan penyederhanaan perizinan perumahan di Banten.
BTN mencatat penyaluran KPR melalui skema FLPP hingga 26 September 2025 mencapai 93.098 unit, ditambah 36.589 unit dari BTN Syariah.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang keringanan atau insentif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN untuk pembeli rumah susun ataupun tapak hingga 2027.
DPRD Jakarta menegaskan penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) harus menjadi prioritas utama dalam Raperda APBD 2026.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meresmikan Forum Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS).
Basnaz RI menyelenggarakan Pelatihan Affiliate Marketing bagi warga Rumah Susun di Griya Tipar Cakung, Jakarta Timur.
Ketimpangan perlakuan tarif air bersih bagi penghuni rumah susun dan minimnya keterlibatan warga dalam pengelolaan hunian vertikal kembali menjadi sorotan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved