Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DPRD DKI Jakarta menegaskan penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) harus menjadi prioritas utama dalam Raperda APBD 2026.
Wakil Ketua Fraksi Demokrat-Perindo, Desie Christyana Sari, menilai Pemprov DKI tak boleh lagi menunda kebijakan konkret yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
“Tingkat kepemilikan rumah di Jakarta hanya 56,6% (BPS 2023), terendah secara nasional. Meski sudah membangun 33.800 unit Rusunawa, angka itu jelas jauh dari cukup,” ujarnya dalam rapat paripurna, Rabu (10/9).
Desie mendorong percepatan program Konsolidasi Tanah Vertikal (KTV) dan pembukaan skema kemitraan dengan BUMD, BUMN, serta sektor swasta. Kolaborasi lintas sektor dianggap krusial untuk menambah pasokan hunian terjangkau.
“Dengan perencanaan matang dan tata kelola anggaran akuntabel, RAPBD 2026 harus menjawab kebutuhan mendesak MBR sekaligus memperbaiki kualitas permukiman Jakarta. Hunian layak adalah fondasi kesejahteraan, dan itu wajib diwujudkan tanpa kompromi.”
Ia juga menekankan pentingnya mengevaluasi aturan masa tinggal agar lebih sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi warga, sehingga hunian rakyat tidak berubah menjadi beban baru bagi MBR. Selain pembangunan, aspek pemeliharaan fasilitas rusun, mulai dari sanitasi, air bersih, hingga ruang komunal, tak boleh diabaikan.
Menurutnya, rumah susun harus diposisikan bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan keluarga, di mana tersedia pelatihan keterampilan, pembinaan UMKM, dan layanan sosial untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni.
“Rusun bukan sekadar tempat tinggal, tapi ruang tumbuh bagi warga,” pungkas Desie. (Z-10)
Terkait dukungan anggaran, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D mendukung segala kajian dan rencana yang memiliki dampak positif untuk masyarakat luas.
Integrasi transportasi massal Jakarta dengan wilayah seperti Bogor, Depok, dan Banten merupakan kebutuhan mendesak, mengingat tingginya mobilitas pekerja komuter.
Setiap hari, Jakarta memproduksi sekitar 8.300 ton sampah yang harus dikelola secara berkelanjutan.
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansah, menyatakan bahwa DPRD maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta wajib mengikuti saran penyempurnaan yang diberikan oleh Kemendagri.
Husen mengimbau masyarakat membuang sampah pada tempat tersedia. Tidak mencemari lingkungan yang sudah bersih.
Yuke menyebut cuaca ekstrem diperkirakan masih terjadi hingga Januari-Februari, sehingga pengecekan tanggul, saluran air, dan wilayah rawan longsor harus dilakukan secara menyeluruh.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas akses hunian terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan pemerintah sedang menyiapkan skema rumah susun (rusun) subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan mutu rumah subsidi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menunjukkan tren perbaikan
Skema akad massal terbukti menjadi motor percepatan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi rumah subsidi.
Pemerintah menegaskan komitmen mempercepat pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
Keragaman dan peningkatan standar pembangunan proyek properti di Indonesia menjadi sorotan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved