Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan mutu rumah subsidi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menunjukkan tren perbaikan. Indikasinya terlihat dari berkurangnya pengaduan warga terkait kualitas hunian, sekaligus meningkatnya kepatuhan pemanfaatan rumah subsidi sesuai ketentuan.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menjelaskan, meski terdapat kecenderungan jumlah pengembang yang terlibat dalam program rumah subsidi sedikit menurun pada tahun ini dibandingkan 2024, kondisi tersebut tidak serta-merta berdampak negatif pada mutu bangunan. Menurutnya, justru keluhan masyarakat mengenai kualitas rumah cenderung turun berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi BP Tapera.
“Indikasinya, rumah subsidi yang dihuni sesuai ketentuan terus meningkat dari hasil monitoring evaluasi kita,” ujar Herudilansir dari Antara, Sabtu (20/12).
Heru menilai perbaikan ini dipengaruhi mekanisme “seleksi alam” di lapangan. Pengembang yang bertanggung jawab terhadap kualitas produk perumahannya semakin diminati oleh MBR, sementara pelaku usaha yang abai terhadap standar berpotensi tersisih.
Selain itu, ia menyebut perhatian pemerintah, terutama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), turut mendorong penguatan kualitas program. Ia mengungkapkan, pada awal tahun sebelumnya, Menteri PKP menaruh perhatian besar pada langkah penertiban dan pemberian efek jera kepada pengembang yang dinilai merugikan konsumen, khususnya MBR.
Pemerintah, lanjut Heru, tetap berkomitmen menghadirkan rumah subsidi yang layak huni sekaligus terjangkau. Program ini ditujukan bagi MBR yang harus menyisihkan porsi besar pendapatan untuk dapat memiliki rumah pertama.
Dalam kesempatan terpisah, Presiden RI Prabowo Subianto menekankan bahwa kelompok ekonomi paling lemah dapat menjadi penggerak perekonomian apabila memiliki daya. Karena itu, ia menyatakan tekadnya untuk menekan kemiskinan dengan menghentikan berbagai praktik penyelewengan, korupsi, serta penipuan.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan akad massal 50.030 Kredit Perumahan Rakyat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) dan serah terima kunci tahun 2025. Ia menilai capaian tersebut sebagai prestasi besar yang telah dirintis sejak masa Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian dilanjutkan pada era Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Prestasi luar biasa, 50.030 akad massal rumah subsidi. Program ini dimulai dari Presiden SBY, diteruskan oleh Pak Jokowi, saya teruskan, saya tingkatkan,” kata Prabowo. (Ant/Z-10)
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyatakan kesiapan mendukung program 3 juta rumah Prabowo-Gibran dengan teknologi precast yang efisien dan tahan gempa.
BP Tapera mencatat penyaluran FLPP rumah subsidi pada 2025 mencapai 278.868 unit senilai Rp34,64 triliun melalui 40 bank di 33 provinsi.
Mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah, ratusan calon pengembang baru dilatih intensif oleh praktisi dan pemerintah di Cileungsi, Bogor.
Menurutnya, akad massal ini menjadi salah satu tonggak penting percepatan program perumahan nasional.
Rumah tipe 36 yang ditempatinya memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang tengah untuk ruang keluarga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved