Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Telematika Roy Suryo memaparkan hasil analisa terhadap ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dalam gelar perkara khusus di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (9/7). Roy menyebutkan ijazah Jokowi tidak identik dengan tiga ijazah pembanding.
Roy menganalisa fotokopi ijazah Jokowi menggunakan sistem Error Level Analysis (ELA). Sementara tiga ijazah pembanding yang dilakukan adalah nomor 1115 milik Frono Jiwo, ijazah nomor 1116 milik almarhum Hari Mulyono, dan ijazah nomor 1117 milik Sri Murtiningsih.
"Nah hasilnya apa? Inilah teman-teman tiga ijazah pembanding ketika kemudian dibandingkan dengan ijazah Joko widodo tidak identik," kata Roy di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/7).
Padahal, kata dia, ketiga ijazah itu identik satu sama lain. Huruf A di halaman depan ijazah sama-sama berada dalam logo. Sementara itu, huruf A di ijazah Jokowi berada di luar logo.
Roy mengaku siap bila Polri ingin menghadirkan dua dari tiga pemilik ijazah pembanding tersebut di Bareskrim Polri. Sementara Hari Mulyono tidak bisa dihadirkan, karena telah meninggal.
"Sangat setuju silakan, silakan hadirkan, Frono Jiwo silakan hadir, Sri Murtiningsih silakan hadir, tapi almarhum Hary Mulyono jangan, kita challenge polisi menghadirkan Frono Jiwo, Sri Murtiningsih," ungkapnya.
Selain itu, Roy juga juga memaparkan dalam gelar perkara khusus bahwa foto Jokowi yang terdapat dalam ijazah tidak identik dengan foto saat ini. Malah, identik dengan foto seseorang bernama Dumatno Budi Utomo, yang merupakan sepupu Jokowi.
Namun, setelah ia memaparkan hasil analisa dari keahliannya selaku pakar telematika, Biro Wassidik Bareskrim Polri belum menyimpulkan hasil gelar perkara. Polri masih melanjutkan sesi kedua untuk keputusan hasil gelar sore ini.
Roy berharap, apa yang dipersembahkan pihaknya untuk Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) bisa membuat terang kasus ijazah Jokowi. Khusunya, mengubah kesimpulan ijazah Jokowi identik atau asli menjadi tidak identik atau palsu
."Tapi tentu itu semua, kita juga harus mohon doa. Moga-moga mereka semua yang ada di ruangan diberikan hidayah oleh Allah SWT," pungkas dia.
Gelar perkara khusus ini dilakukan oleh Biro Wassidik Polri, dengan menghadirkan sejumlah pihak. Seperti Ketua TPUA Eggi Sudjana; Wakil Ketua TPUA Rizal Fadillah; Mantan Menteri ESDM Said Didu; Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar; Dokter Tifauziah Tyassuma; Pakar Telematika Roy Suryo; Anggota DPR RI Martin D. Tumbelaka, hingga Kuasa Hukum Jokowi, Yakup Hasibuan.
Dari pihak Polri hadir Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, selaku pihak yang menyelidi kasus ijazah Jokowi. Gelar perkara khusus dimulai pukul 10.00 WIB dan berlangsung tertutup. (P-4)
TIM Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) kaget kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Polda Metro Jaya naik ke tahap penyidikan
Gelar perkara khusus ijazah Jokowi di Bareskrim Polri tunjukkan transparansi. Simak fakta dan proses hukumnya!
Anam mengaku selaku pihak pengawas eksternal Polri juga diberi kesempatan untuk menggali lebih dalam terkait fakta tersebut.
Choirul Anam menjelaskan bahwa proses pembuktian melibatkan sejumlah pihak eksternal, termasuk Kompolnas dan Ombudsman.
Namun, Djuhandani enggan mengomentari perihal gelar perkara ijazah Jokowi.
Edi hasibuan melihat pelaksanaan yang dilakukan Bareskrim Polri, telah sesuai prosedur gelar perkara khusus dalam internal Kepolisian.
Akankah perlawanan Roy Suryo cs akhirnya bakal kandas nanti?
POLDA Metro Jaya resmi menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Eggi Sudjana (ES) dan Damai Hari Lubis (DHL), kasus Roy Suryo jalan terus.
SP3 dikeluarkan terhadap dua tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Eggi Sudjana (ES) dan Damai Hari Lubis (DHL).
Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi terkait penanganan perkara ini.
Roy pun memperlihatkan sebuah kertas yang menampilkan foto Jokowi berpelukan dengan Eggi Sudjana. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu memastikan foto tersebut palsu.
Refly mengaku baru dapat informasi bahwa saksi dan ahli meringankan itu dipanggil untuk diperiksa pada Selasa (20/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved