Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Bogor Angga Alan menyoroti peristiwa pohon tumbang yang memakan korban di Jalan Tentara Pelajar pada Jumat (1/11), dan menilai kejadian ini menjadi cambuk bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki dan meningkatkan program pengelolaan pohon.
Ia mendesak Pemkot Bogor khususnya Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program penandaan pohon rawan tumbang.
"Setiap tahun peristiwa serupa selalu terjadi, menunjukkan bahwa program yang ada saat ini belum optimal,” kata Angga di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/11).
Menurut dia, sekadar memberikan penanda terhadap pohon saja tidak cukup. Namun, perlu diberikan perawatan yang intensif dengan cara melakukan pemangkasan rutin dan pengecekan berkala.
Untuk memastikan pelaksanaan program tersebut, ia menyebut Komisi III DPRD Kota Bogor akan mendorong kenaikan anggaran. "Jika ada kendala teknis atau keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan program ini, kami mendorong pemerintah untuk segera mencari solusi bersama."
Angga pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menekankan bahwa keselamatan warga Kota Bogor adalah yang utama dan paling utama agar kejadian ini tidak terulang kembali.
"Keselamatan warga Kota Bogor adalah tanggung jawab bersama, dan harus menjadi prioritas utama. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa mendatang," ucapnya.
Sebelumnya satu pohon jenis angsana di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Ciwaringin, Kota Bogor tumbang dan menimpa seorang pengendara sepeda motor hingga tewas pada Jumat (1/11).
Akibat tertimpa dahan besar pohon angsana yang patah, seorang di antaranya tewas. Korban berinisial MRR, 24, asal Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Dia mengalami luka di bagian kepala. Korban adalah penumpang atau orang yang dibonceng, sedangkan pengendara motor selamat.
"Korban meninggal di lokasi dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah," kata Komandan Regu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Maruli Sinambela.
Maruli mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.15 WIB. Saat itu korban datang dari arah Cimanggu menuju Jalan Merdeka. "Saya dapat informasi pukul 15.15 WIB, langsung cek lokasi, korban terkapar tertimpa dahan patah. Lukanya di kepala."
Menurutnya, penyebab dahan pohon anggsana yang tingginya mencapai 20 meter itu patah karena kondisinya yang sudah rapuh. "Karena sudah rapuh, sudah kering, pohon sudah tua. Kena angin yang luar biasa karena sudah rapuh jadi patah," tandasnya. (Ant/J-2)
Selama ini, dinamika keluar masuk atlet Pelatnas di akhir tahun berfungsi sebagai instrumen evaluasi.
Prabowo menunjukkan optimisme terhadap keberlanjutan program prioritas pada periode 2026-2027.
Kemenimipas melakukan evaluasi atas sejumlah kendala yang masih dihadapi sepanjang 2025, baik dalam aspek pelayanan, koordinasi, maupun adaptasi kelembagaan.
Program MBG yang disalurkan oleh SPPG Mutiara Keraton Bogor yang dikelola oleh Jimmy Hantu atau Sujimin berjalan lancar di SMP Negeri 1 Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
TKA pada akhirnya bukan sekadar instrumen teknis melainkan fondasi moral untuk memastikan setiap anak Indonesia dinilai dengan ukuran yang setara.
Mardani juga mendorong pemerintah pusat untuk melakukan reformasi menyeluruh, mulai dari sistem pemilihan kepala daerah hingga mekanisme pembinaan dan pengawasan.
Kota Bogor menargetkan 2.500 orang/ peserta pemeriksaan HPV-DNA yang akan diselesaikan pada periode 8–15 Desember 2025.
Target pengolahan 300 ton ini sangat penting karena menjadi batas minimal agar Kota Bandung terhindar dari risiko darurat sampah.
DIREKTUR Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar, mengapresiasi Kota Bogor yang aktif metindaklanjuti arahan Mendagri Tito Karnavian terkait siskamling
Tindakan yang dilakukan oleh Satpol PP tidak memiliki asas kebermanfaatan dan hanya membuat gaduh.
Aksi-aksi premanisme ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga menghambat kemajuan, kondusifitas daerah, dan pertumbuhan ekonomi
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Kota dan Kabupaten Bogor ini, juga dirasakan hingga Depok dengan skala intensitas III MMI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved