Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FAIZAL Arifin, 23, mengaku menyesal usai membunuh AH, 32, pamannya sendiri yang jasadnya dibungkus sarung, kemudian dibuang di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.
Pelaku tega membunuh pamannya lantaran kesal karena sering diperlakukan tidak baik oleh korban selama menjaga warung kelontong yang mereka kelola. "Saya menyesal atas perilaku saya dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi," kata Faizal di Kantor Polda Metro Jaya, Selasa (14/5).
Pelaku melancarkan aksi sadis itu di warung kelontong milik pamannya, di Jalan Lempar Cakram, Benda Baru, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (10/5) sore.
Baca juga : Polisi Ungkap Detik-Detik Pembunuhan Mayat dalam Sarung di Pamulang
Dia membunuh korban menggunakan golok milik pedagang kelapa yang berada persis di sebelah warung. Golok diambil saat pedagang kelapa itu sedang salat Jumat. "Saya sempat tersungkur setelah melakukan itu, saya sangat menyesal, saya sedih kok bisa sampai segitunya," ujarnya.
Kasubdit Resmob Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya AKB Titus Yudho Ully mengatakan pihaknya meringkus dua pelaku terkait kasus pembunuhan tersebut. Selain Faizal, penyidik juga mengamankan Naedi, 26, penjual Soto Lamongan yang berjualan di seberang warung milik korban.
Kedua pelaku terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup karena terbukti melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 dan/atau Pasal 181 dan/atau Pasal 221 KUHP.
Baca juga : Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Sarung di Pamulang Tangsel
Kejadian berawal saat pelaku yang bekerja di tempat korban mengaku sering diperlakukan kurang baik. "FA bekerja di tempat korban diperkirakan sudah empat bulan, terhitung sejak Januari 2024. Selama pelaku bekerja di warung rokok tersebut sering mendapatkan perlakukan kurang baik dari korban selaku pemilik warung," kata Titus.
Pelaku pun sakit hati dan marah, kemudian mendatangi warung penjual kelapa dengan maksud mengambil golok. "Sekitar pukul 15.30, usai melayani pelanggan dan pada saat korban masih makan mie ayam, secara tiba-tiba FA mengambil golok yang telah disimpan dan membacok korban sebanyak empat kali hingga meninggal."
Faizal lalu menemui Naedi dan mengatakan bahwa korban telah tewas. Malam harinya Faizal membuang tubuh korban menggunakan sepeda motor dengan kondisi ditutupi dengan kain sarung dan dimasukan ke dalam karung goni yang sempat dibeli di sebuah warung. Sementara Naedi berada di warung milik korban untuk mengawasi keadaan dan membantu membersihkan golok serta mengembalikannya ke penjual kelapa. (J-2)
POLDA Metro Jaya memberlakukan rotasi dan mutasi mulai dari posisi Kapolsek, Kasat Reskrim, serta Kasat Lantas di sejumlah polres
Para tersangka baru mulai menjual hasil rakitannya setelah memastikan senjata tersebut berfungsi dengan peluru tajam.
Modus yang digunakan para pelaku tergolong berani, yakni memanfaatkan platform digital untuk memasarkan barang ilegal tersebut secara terbuka.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepastian hukum setelah tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang berperkara.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemeriksaan Richard Lee untuk mendalami keterangan tambahan.
Kepolisian terus bergerak menelusuri setiap petunjuk terkait keberadaan tersangka AJ.
Pelaku mengambil bensin dari motor dan membakar kios yang ditempati korban hingga keduanya ditemukan meninggal dunia oleh petugas pemadam kebakaran.
Kekesalan pelaku terhadap korban memuncak ketika beberapa waktu lalu pelaku kembali melakukan tindakan yang tidak sesuai aturan di tempat kerjanya sehingga ditegur korban.
Polisi telah menetapkan FA (23) sebagai tersangka pembunuh pria AH (31), yang jasadnya ditemukan terbungkus sarung di perumahan Pamulang, Tangerang Selatan.
Polres Metro Jakarta Timur beberkan motif O, pelaku tabrak lari pengendara motor berinisial MBP di kawasan Cakung, Jakarta Timur
"Karena masih ada rasa sakit hati yang enggak sembuh-sembuh, jadi aku merasa kisah ini perlu untuk ditulis agar rasa sakit hati tadi bisa sembuh."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved