Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sukses merilis Ooyea dan Side of Me, musisi Vito Gusman kembali dengan karya terbarunya yang berjudul Sakit Hati, yang berisi pelampiasan isi hatinya akibat perbuatan sang mantan kekasih.
"Karena masih ada rasa sakit hati yang enggak sembuh-sembuh, jadi aku merasa kisah ini perlu untuk ditulis agar rasa sakit hati tadi bisa sembuh," kata Vito melalui keterangan resmi, dikutip Selasa (18/10).
Sakit Hati, yang merupakan karya ketiganya itu, dikerjakan Vito bersama Nabil Swara, produser yang sudah ia gandeng sejak 2018.
Baca juga: Kaleb J Ungkapkan Indahnya Jatuh Cinta dalam To The Moon and Back
Dirilis di bawah naungan Pasar Malam Records, lagu tersebut diharapkan Vito menjadi wadah bagi semua orang yang sedang mengalami sakit hati.
"Menurut aku, pengalaman yang ada di lagu ini tidak eksklusif aku saja yang merasakan. Orang-orang di luar sana, aku percaya, juga berlaku dan mengalami pengalaman yang sama," ujar Vito.
"Semoga lagu ini bisa jadi tempat release atau pelampiasan buat orang-orang sakit hati di luar sana," imbuhnya.
Dalam lagu tersebut, Vito juga menanamkan 'mantra di lirik lagu yang berbunyi, "Jangan pilih aku lagi, kutakut kau sakit hati".
Lirik tersebut, menurut dia, menjadi pengingat bahwa apa yang diusahakan akan berakhir dengan perasaan yang sama, yakni sakit hati.
Single terbaru Vito, yang berjudul Sakit Hati, sudah bisa didengarkan di seluruh platform streaming digital yang ada di Indonesia. (Ant/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved