Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI saling balas pesan antara Sahroni, Ridwan Kamil, dan Kaesang terkait Pilgub DKI Jakarta semakin marak. Hal tersebut bermula dari baliho Ridwan dengan tulisan "OTW Jakarta nihhh". Karena itu, banyak pihak menilai baliho itu sebagai sinyal Ridwan maju pada Pilgub DKI. Baliho itu kemudian sempat ditanggapi oleh Sahroni dalam sebuah wawancara.
Saat itu, Sahroni secara terang-terangan mengatakan tidak melihat Ridwan Kamil sebagai kendala dirinya pada Pilgub DKI Jakarta. Pernyataan itu terungkap di Media Sosial POLITIKUS tentang tiga politikus (Golkar, Ridwan Kamil, politikus Nasdem, Ahmad Sahroni, dan politikus PSI, Kaesang sebagai pesaing dalam Pilgub DKI pada Oktober 2024.
Ketiga pesaing itu menyatakan, sama-sama siap bersaing dalam Pilgub DKI Jakarta 2024 di media sosial. Aksi saling balas pesan itu bermula dari baliho Ridwan dengan tulisan "OTW Jakarta nihhh".
Baca juga : Bahas Pilgub DKI 2024, NasDem: Banyak Kader Partai yang Mumpuni
Banyak pihak menilai baliho tersebut sebagai sinyal Ridwan maju Pilgub DKI. Baliho itu kemudian sempat ditanggapi Sahroni dalam sebuah wawancara. Saat itu, Sahroni secara terang-terangan mengatakan, pihaknya tidak melihat Ridwan Kamil sebagai halangan di Pilgub DKI.
Untuk sementara ini soal OTW Jakarta, Ridwan Kamil bakal menjawabnya pada 29 Februari nanti.
Potongan wawancara itu kemudian dibalas lagi oleh Ridwan Kamil melalui akun media sosialnya. Ridwan menyematkan potongan video Mandra di sinetron Si Doel yang berteriak "sombong amat".
Baca juga : NasDem Sebut Ahmad Sahroni dan Wibi Andrino Masuk Bursa Cagub DKI
Menanggapi cibiran itu, Sahroni tidak gentar malah dianggap pancingan, maka tidak ambil pusing. Meski belum ada keputusan dari elite partai, Sahroni mengaku tetap percaya diri apalagi sebagai warga Jakarta asli.
"Kan memang saya anak Jakarta asli. Tapi siapapun lawannya, saya tidak gentar, sekalipun Kaesang maju juga," ungkap Sahroni, di Jakarta, Minggu (25/2).
Dia juga sempat membagikan kolase foto dirinya dengan Ridwan Kamil melalui media sosial dengan tulisan "Pilgub DKI kembali memanas". "Baaaah.. Kang @ridwankamil gimana ini.. Menyala nyalaaaa.." tulis Sahroni.
Baca juga : NasDem Tertarik Pasangkan Sahroni dan Airin di Pilgub DKI
Kendati demikian, Sahroni mengaku belum memutuskan akan maju dalam bursa Pilgub DKI Jakarta.
Menurut dia, Pilgub DKI belum dibahas di kalangan elite Partai Nasdem. Adapun Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menetapkan jadwal sekaligus tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Merujuk pada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 2 Tahun 2024, pemungutan suara akan digelar pada 27 November 2024. Adapun kampanye akan digelar pada 25 September-23 November 2024.(Z-8)
Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni mengingatkan agar proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra tidak dibarengi dengan narasi yang berpotensi memecah belah.
MKD DPR RI memutuskan menonaktifkan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio sebagai anggota DPR RI selama 4 bulan.
MKD DPR RI memutuskan Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, dan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, terbukti melanggar kode etik.
MKD DPR membeberkan alasan lima anggota DPR dinonaktifkan, mulai dari pernyataan kontroversial hingga aksi joget saat Sidang Tahunan 2025.
Proses etik kelima anggota ini harus jadi momentum untuk memulai reformasi parlemen agar semakin representatif.
MKD DPR RI memutuskan menindaklanjuti laporan terhadap Adies Kadir, Surya Utama atau Uya Kuya, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, Nafa Indria Urbach, dan Ahmad Sahroni.
Bahkan, dia juga mengaku tidak pernah berkeinginan atau sekadar membayangkan untuk menjadi pemimpin ibu kota.
Menurutnya, tingkat partisipasi pemilih di Pilkada 2024 mengalami penurunan dibandingkan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2024
MK menggelar sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum kepala daerah (PHPU Pilkada) 2024, diantaranya Pilkada Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua.
Pada sidang perdana, Rabu (8/1), Anwar Usman tidak dapat ikut bersidang karena dirawat di rumah sakit akibat terjatuh.
Ketua MK Suhartoyo menjelaskan bahwa sidang tetap akan dilaksanakan oleh tiga panel Hakim Konstitusi.
MK baru menerima sebanyak 152 permohonan, terdiri dari 119 permohonan soal pilkada tingkat kabupaten dan 33 pilkada tingkat kota.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved