Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH Sakit (RS) Polri Kramat Jati mengungkap kondisi Panca (41), ayah yang diduga melakukan pembunuhan terhadap keempat anaknya di sebuah kontrakan kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan kini sudah membaik dan bisa diperiksa oleh penyidik kepolisian.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati Brigjen Hariyanto mengatakan, kondisi Panca saat ini sudah berangsur-angsur membaik dan penyidik baru melakukan pemeriksaan pendahuluan.
"Jadi hari ini kondisi fisiknya ya berangsur-angsur membaik. Mulai tadi malam baru ada pemeriksaan pendahuluan, jadi belum diperiksa secara tuntas," kata Hariyanto kepada wartawan, Jumat (8/12).
Baca juga : Pengamat Sebut Kasus Kematian 4 Anak di Jaksel Diduga Ada Unsur Permasalahan Ekonomi
Diketahui, kondisi kesehatan Panca sempat memburuk saat pertama kali ditemukan tergeletak di kamar mandi pada Rabu (6/12) lalu. Panca diduga ingin melakukan percobaan bunuh diri setelah dirinya diduga membunuh keempat anaknya.
Hariyanto mengatakan, Panca dimintai keterangan menyesuaikan kesehatan tubuh. Pengobatan terhadap luka-luka fisiknya juga sambil dilakukan.
Baca juga : RS Polri: Empat Bocah Tewas 3-5 Hari Lalu di saat Bersamaan
Sementara, untuk pemeriksaan kejiwaan Panca juga sudah dilakukan. Tetapi, Hariyanto tidak bisa mengungkap hasilnya untuk sementara waktu.
"Jadi sejak pertama sudah dimintakan juga pemeriksaan visum psikiatrikum dan visum perlukaan dari pelaku," ujarnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan saat ini Panca juga sudah bisa berbicara dengan lancar. Tetapi tidak menjelaskan menyeluruh soal kasus kematian anaknya.
"Jadi nanti bertahap lah. Kita perbaiki fisiknya," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Empat anak ditemukan tewas dalam kamar suatu rumah di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku diduga orangtua sendiri.
"Betul, empat orang (korban). Ada empat orang penemuan mayat di dalam kamar," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Bintoro saat dikonfirmasi, Rabu (6/12)
Bintoro mengatakan pelaku diduga orangtua empat bocah yang ditemukan tewas tersebut. Pelaku disebut sempat mencoba bunuh diri. Namun, berhasil digagalkan dan saat ini tengah dirawat di rumah sakit.
"Sementara orangtua sendiri. Sementara masih dugaan (korban) anaknya (pelaku). Orangtua yang diduga sebagai pelaku mencoba bunuh diri juga, tetapi saat ini masih bisa selamat dan dirawat di RS," ujar Bintoro. (Z-5)
para ayah dari siswa SDN Pondok Bambu 11 dan SMAN 61 Jakarta tampak menunggu giliran berkonsultasi dengan wali kelas
Pelajari dampak mendalam Gerakan Ayah Mengambil Rapor bagi anak, psikologi, dan keluarga. Dapatkan tips praktis untuk ayah dan sekolah.
Dampak ketidakhadiran ayah juga dapat terlihat dalam dunia pendidikan dan pergaulan.
Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang perannya strategis dalam membangun karakter dan kualitas generasi masa depan.
Ia berharap program serupa dapat terus diperluas, bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
Sosok ayah bukan hanya berkaitan dengan seberapa banyak ayah itu hadir dalam hidup anak, tapi seberapa berarti figur ayah dalam kehidupan seorang anak.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Child grooming adalah proses sistematis untuk mempersiapkan anak menjadi korban pelecehan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved