Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KRIMINOLOG Universitas Indonesia, Adrianus Meliala mengatakan bahwa pihak Kepolisian menjadi salah satu faktor penyebab seringnya tawuran yang terjadi di Johar Baru, Jakarta Pusat (Jakpus).
Adrianus menyebutkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang menjadi penyebab sering terjadinya aksi tawuran di Johar Baru, Jakpus. Pertama merupakan romantisme cerita yang terus dilestarikan oleh setiap generasi. Cerita biasa, lanjut dia, berisi soal aksi-aksi jagoan dari masing-masing kelompok.
"Cerita yang membanggakan kelompok masing-masing dan yang pasti ngenyek kelompok lain. Itu dibangun turun temurun dan dilanjutkan oleh generasi muda," kata Adrianus (16/7).
Baca juga: Polisi Amankan Empat Orang Pelaku Tawuran di Johar Baru, Jakpus
Penyebab aksi tawuran yang ke dua, dikatakan Adiranus, adanya sosok loser atau pecundang yang kalah di daerah luar atau di kehidupan pribadinya. Hingga akhirnya, saat loser ini kembali ke lingkungannya akan menjadi pemantik aksi tawuran.
"Artinya ada loser dari Johar Baru yang tidak dapat pengakuan di luar, lalu balik ke kampungnya, memanfaat retorika masa kecilnya untuk kemudian dikenal sebagai jagoan," sebutnya.
Baca juga: 5 Ditetapkan Tersangka Tawuran, 2 Diburu Polisi
Lebih lanjut, Adrianus menerangkan penyebab ketiga aksi tawuran di Johar Baru, Jakpus yakni pihak kepolisian itu sendiri. Pihak kepolisian yang dinilai telah gagal dalam upaya pencegahan aksi tawuran.
"Terpaksa saya tunjuk kepolisian sebagai penyebab masalah juga karena Johar Baru itu letaknya di hidungnya Polres Jakarta Pusat. Walaupun sekarang sudah pindah ke Kemayoran, tapi antara Kemayoran dan Johar Baru kan satu kali lempar batu saja," bebernya.
"Dengan kata lain, tidak ada soal dengan kekurangan personel, tidak ada soal dengan jarak, biaya, data intel, Bhabinkamtibmas kurang, tidak ada soal, semua kelas satu," imbuhnya.
Oleh karena itu, Adrianus berharap pihak kepolisian dapat menjalankan tugasnya dalam upaya pencegahan dilakukan secara berkesinambungan dan terus-menerus.
Hal itu perlu dilakukan supaya dapat memutus generasi, memutus mitos atau cerita yang menjadi penyebab aksi tawuran di Johar Baru, Jakpus.
"Semestinya ada pengamanan yang bersifat menyeluruh dan berkesinambungan, intens, sampai benar-benar fenomena tawuran hilang. Harus cara pemolisian terus-terusan, kalau perlu penambahan pos polisi di tiap ujung Johar Baru," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, polisi mengamankan empat pelaku tawuran yang terjadi di Jalan Pulo Gandul, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Minggu (16/7) pagi.
"Kalau enggak salah ya, barusan saya cek laporan dari Kapolsek Johar Baru, 4 diamankan," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin (16/7).
Komarudin mengatakan bahwa pihaknya juga turut mengamankan sebuah senjata tajam (sajam) jenis celurit yang diduga digunakan oleh pelaku tawuran.
"Sajamnya celurit hanya satu ditemukan ya. Makanya masih didalami," sebutnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Johar Baru, AKP Yossy Yanuar pun mengonfirmasi bahwa telah terjadi tawuran antar warga di kawasan Johar Baru, Jakpus.
“Iya antar warga kejadian di depan Pospol Tanah Tinggi. Antara warga RW 05 dan RW 08,” kata Yossy, pada Minggu (16/7).
Kehadiran aparat di lapangan bertujuan utama untuk memberikan pelayanan bagi massa aksi.
POLISI akan segera melakukan gelar perkara kasus kebakaran Terra Drone, di Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 9 Desember 2025.
RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur mengidentifikasi tujuh jenazah korban kebakaran Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat. Identifikasi itu berdasarkan pencocokan data antemortem.
Seluruh pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat
Barang bukti yang disita itu terdiri dari 12 kg sabu, sebuah truk pengangkut buah jeruk, dan dua jerigen warna biru.
WALI Kota Jakarta Pusat, Arifin, secara resmi menutup kegiatan Outfest 2025 yang diselenggarakan oleh Forum Alumni Sispala Jakarta (FASTA) di Senayan Park, Jakarta Pusat, Minggu (5/10).
Momentum kebangkitan Putri di awal tahun ini bertepatan dengan apresiasi yang diterimanya dari instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Yusril menegaskan isu-isu teknis seperti mutasi, promosi, dan pendidikan akan tetap menjadi ranah internal kepolisian dan tidak seluruhnya dimuat dalam laporan kepada Presiden.
Dalam penanganan ini, kepolisian bekerja secara paralel mengumpulkan data antemortem (data fisik korban sebelum meninggal) dan post-mortem (data fisik dari jenazah).
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka babak baru dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan merekrut 101 atlet SEA Games.
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.20 WIB saat kondisi bus cukup padat. Korban yang sedang berdiri awalnya tidak menyadari adanya tindakan pelecehan.
Dalam gelar perkara itu, hasil yang ditemukan dari kandungan yang disita saat peristiwa dilakukan persesuaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved