Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
REMAJA menyiram air keras di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Kepolisian telah mengamankan tiga pelaku. Dua diantaranya di bawah umur.
Berikut fakta-fakta remaja menyiram air keras ke teman pelajar di Cempaka Putih :
Peristiwa remaja menyiramkan air keras ke temannya di Cempaka Putih terjadi Jumat sore, 6 Februari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Lokasi spesifik penyiraman berada di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat. Saat itu, kondisi jalanan cukup ramai dengan aktivitas warga dan pelajar yang baru saja pulang sekolah.
Berdasarkan keterangan Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, antara pelaku dan korban tidak saling mengenal dan tidak memiliki konflik sebelumnya. Pelaku menyiramkan air keras saat berpapasan.
Dalam video yang beredar, terlihat tiga remaja berboncengan dalam satu sepeda motor sempat berhenti di pinggir jalan. Saat melihat tiga pelajar lain melintas dari arah berlawanan, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan dari botol plastik ke arah wajah dan tubuh korban, lalu segera melarikan diri.
Akibat serangan mendadak tersebut, satu dari tiga pelajar yang menjadi korban mengalami luka bakar serius, terutama di bagian mata. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif sebelum akhirnya diperbolehkan rawat jalan di rumah.
Polisi berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa satu pelaku sudah berusia dewasa (18 tahun), sementara dua lainnya masih berstatus anak di bawah umur. Ketiganya merupakan pelajar dari salah satu sekolah menengah di wilayah Jakarta Pusat.
Setelah aksi mereka viral, para pelaku sempat mencoba melarikan diri untuk menghindari kejaran petugas. Polisi mengungkapkan bahwa ketiga remaja tersebut diamankan dari lokasi yang berbeda-beda, yakni di Karawang, Cikarang, dan Depok. Penangkapan dilakukan secara persuasif dengan melibatkan orang tua masing-masing.
Mengingat mayoritas pelaku masih di bawah umur, kasus ini kini ditangani secara khusus oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Polisi masih melakukan uji laboratorium terhadap sisa cairan untuk memastikan jenis zat kimia yang digunakan dalam aksi brutal tersebut.
REMAJA yang menyiramkan air keras ke sesama pelajar di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (6/2) ditangkap. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat
PT Terra Drone Indonesia disebut akan memberikan bantuan, dukungan, dan pendampingan yang diperlukan bagi keluarga korban. Mengingat, peristiwa itu pasti menimbulkan trauma.
Kepala Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih, Murni Luciana Naibaho mengungkapkan, ratusan tokoh masyarakat dari tiga kelurahan yang dikukuhkan sebagai agen perubahan.
Penanganan kebakaran bermula ketika salah satu saksi bernama Edy Ronal melihat kepulan asap dari lantai tiga gedung kantor BPJS itu.
Rismasari mengatakan bahwa jumlah kasus tersebut belum tentu mereka warga asli Jakarta Pusat. Jumlah tersebut hanya menunjukkan jumlah kasus yang ada terhadap warga yang sakit DBD.
REMAJA yang menyiramkan air keras ke sesama pelajar di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (6/2) ditangkap. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat
Es gabus yang sempat viral di Jakarta Pusat dipastikan aman dikonsumsi. Polisi akui kesimpulan awal terlalu cepat setelah hasil uji lab keluar.
Kehadiran aparat di lapangan bertujuan utama untuk memberikan pelayanan bagi massa aksi.
POLISI akan segera melakukan gelar perkara kasus kebakaran Terra Drone, di Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 9 Desember 2025.
RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur mengidentifikasi tujuh jenazah korban kebakaran Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat. Identifikasi itu berdasarkan pencocokan data antemortem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved