Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Kronologi Penemuan Jasad WN Jepang di Jakarta Pusat, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Golda Eksa
20/2/2026 13:48
Kronologi Penemuan Jasad WN Jepang di Jakarta Pusat, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan
Ilustrasi .(MI)

APARAT kepolisian mengungkap kronologi penemuan mayat seorang warga negara asing (WNA) asal Jepang di sebuah hotel di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/2). Korban ditemukan sudah tidak bernyawa saat hendak mengikuti agenda kunjungan industri.

Kapolsek Metro Gambir AKB Agus Ady Wijaya menjelaskan, korban ditemukan tewas dalam posisi terlentang di atas tempat tidur sekitar pukul 07.57 WIB. "Korban berinisial KH, 59, berjenis kelamin laki-laki, asal Jepang," kata Agus dalam keterangannya, Jumat (20/2).

Kronologi Kejadian
Penemuan ini bermula ketika saksi berinisial R, 26, seorang agen travel, bersiap di lobi hotel pada pukul 07.44 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, sedianya ada rombongan yang akan berangkat, namun tiga orang dilaporkan belum siap, termasuk korban.

"Sekitar pukul 07.55 WIB, saksi R dan saksi berinisial S (petugas keamanan) beserta teman korban S menuju ke kamar korban, kemudian mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban," ujar Agus.

Lantaran pintu terkunci dari dalam, saksi R meminta bantuan pihak hotel untuk membuka paksa. Saat pintu berhasil terbuka pada pukul 07.57 WIB, saksi segera mengecek kondisi korban. Namun, pengecekan pernapasan menunjukkan tidak ada respons. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke manajemen hotel dan diteruskan ke Polsek Metro Gambir.

Hasil Olah TKP
Pihak kepolisian bergerak cepat melakukan identifikasi di lokasi kejadian guna memastikan penyebab kematian korban.

"Kemudian pukul 09.00 WIB, piket fungsi Polsek Metro Gambir tiba di TKP (tempat kejadian perkara) bersama tim Inafis atau Identifikasi Polres Metro Jakarta Pusat, melakukan olah TKP. Selanjutnya, sekitar pukul 10.30 WIB, korban dibawa ke RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo)," ungkap Agus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan bagian dari rombongan berjumlah 24 orang yang dijadwalkan melakukan kunjungan kerja.

"Korban merupakan salah satu anggota rombongan yang berjumlah 24 orang, yang akan melakukan kunjungan atau visit ke Suzuki Indomobil Tambun, Jawa Barat," tambahnya.

Tidak Ada Tanda Kekerasan
Hingga saat ini, polisi belum menemukan adanya indikasi tindak pidana atau penganiayaan pada tubuh korban. Berdasarkan hasil pengecekan awal luar oleh tim identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Guna penanganan lebih lanjut, pihak kepolisian telah menjalin komunikasi dengan otoritas terkait. "Terkait peristiwa tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Jepang di Indonesia," tutup Agus. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya