Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI mengamankan lima orang remaja yang diduga akan melakukan tawuran di Jalan RA Kartini, Jakarta Pusat, Minggu (18/6) malam.
Kapolsek Sawah Besar AKP Dhanar Dhono Vernandhie mengatakan pihaknya mengamankan lima remaja dengan inisial RF 16, MD 16, RD 15, AS 18, dan RA 18. Dari tangan mereka juga turut diamankan sejumlah barang bukti senjata tajam.
Dhanar menyebutkan penangkapan tersebut bermula saat ia bersama dengan anggota sedang melakukan patroli di wilayahnya. Ketika melewati Jalan Kartini Raya, ia melihat ada sekelompok laki-laki keluar dari Jalan Kartini XIII.
Baca juga : Dinas Kebudayaan DIY Cek Kondisi Museum Dewantara Kirti Griya Usai Tawuran PSHT dengan Brajamusti
"Karena diduga akan melakukan kegiatan aksi tawuran warga, anggota Polsek yang sedang berpatroli tersebut menghampiri sekelompok orang laki-laki tersebut," kata Dhanar, Minggu (18/6).
Saat mengetahui pihak kepolisian datang, para pelaku tawuran pun sempat melarikan diri. Dhanar pun lalu melakukan penyisiran dan menemukan senjata tajam sebanyak empat clurit dan satu pedang.
Baca juga : Carok Massal Antardesa, Dikabarkan Satu Tewas
"Anggota Polsek Sawah Besar mengejar sekelompok laki-laki tersebut dan dapat diamankan," sebutnya.
Saat ini, dijelaskan Dhanar, lima orang pelaku diamankan beserta barang bukti ke Polsek Sawah Besar.
"Kelima orang laki-laki serta barang bukti yang ditemukan dibawa ke Polsek Sawah Besar, untuk dimintai keterangan lebih lanjut," jelas dia.
Lebih lanjut, Dhanar menambahkan, pihaknya kembali menangkap satu orang lagi dari peristiwa itu. Akan tetapi, ia masih belum dapat merinci soal identitas pelaku tersebut.
"Ada lima orang awalnya, tetapi saya dapat laporan nambah satu lagi," ujarnya.
Ia melanjutkan, sedang mendalami motif adanya kejadian ini. Bahkan katanya, remaja yang ditangkap bukan dari Sawah Besar.
"Kami masih mendalami motifnya apa karena ada anak luar sampai ke daerah Sawah Besar," ujar Dhanar. (Z-5)
Warga Gambir, Jakarta Pusat digegerkan penemuan mayat bayi laki-laki di selokan Jalan Batu Tulis. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan jasad dibawa ke RSCM.
Simak 7 fakta kasus remaja siram air keras di Cempaka Putih. Dari kronologi CCTV hingga motif serangan acak yang melibatkan pelajar di bawah umur.
REMAJA yang menyiramkan air keras ke sesama pelajar di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (6/2) ditangkap. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat
Es gabus yang sempat viral di Jakarta Pusat dipastikan aman dikonsumsi. Polisi akui kesimpulan awal terlalu cepat setelah hasil uji lab keluar.
Kehadiran aparat di lapangan bertujuan utama untuk memberikan pelayanan bagi massa aksi.
POLISI akan segera melakukan gelar perkara kasus kebakaran Terra Drone, di Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 9 Desember 2025.
Agar aturan gawai dapat berjalan efektif, orangtua perlu menerapkan pola asuh yang masuk akal dan kolaboratif.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Rangkaian acara Silatnas dirancang komprehensif, mencakup simposium, peluncuran program strategis, hingga kegiatan sosial.
Komunikasi yang aman dan terbuka diyakini mampu membentengi remaja dari risiko negatif fenomena yang tengah viral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved