Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SUB Direktorat Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengungkap ribuan lembar uang pecahan Dolar Amerika Serikat palsu yang akan diedarkan oleh 12 orang tersangka di wilayah DKI Jakarta.
“Kita berhasil mengungkap peredaran uang palsu berupa bentuknya adalah dolar Amerika Serikat,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis, Jumat (19/5).
Auliansyah menjelaskan, dalam kasus tersebut juga turut diamankan 40 lak atau 3.922 lembar uang palsu dalam bentuk pecahan US$100.
Baca juga : Ratusan Personel Amankan Arak-arakan Timnas U-22
Ia pun mengaku akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Amerika Serikat atas temuan kasus tersebut.
“Untuk lebih memastikan secara yuridis, makanya kami koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, kemudian berkoordinasi dengan Kedutaan Amerika untuk meminta agar uang atau barang bukti ini secara identifikasi dicek dengan Lab yang akan menentukan bahwa ini adalah memang benar palsu,” jelasnya.
Baca juga : Polda Metro Evaluasi Kembali Penerapan Tilang Manual
Lebih lanjut, Auliansyah mengaku pengungkapan kasus tersebut terjadi pada dua lokasi yang berbeda. Penangkapan di lokasi pertama yang bertepatan di sebuah rumah makan wilayah Jakarta Barat.
Auliansyah menyebutkan pihaknya mengamankan barang bukti sebanyak 1.934 lembar pecahan uang dolar AS palsu dengan pecahan US$100.
Selanjutnya setelah dilakukan proses penyelidikan, kembali berhasil menangkap empat orang lainnya di wilayah Jakarta Selatan.
"Dari TKP kedua kami berhasil mengamankan 10 lak uang dolar AS dengan jumlah keseluruhan sebanyak 1.000 lembar dengan pecahan US$100," sebutnya.
"Pengakuannya akan diedarkan di Jakarta, tujuan ingin dapat keuntungan. Mudah-mudahan ada informasi dari masyarakat yang melapor agar kita bisa dalami keuntungan yang didapat maupun uang yang telah beredar," tuturnya.
Dari pengungkapan peredaran uang palsu tersebut, lanjuta Auliansyah, pihaknya mengamankan 12 orang pelaku pengedar berinisial MZ 46, ASA 48, RDP 29, AS 42, IR 42, Y alias G 56, M alias Y 50, AGS 56, R 46, MS 50, A 45, dan RW 57.
Para pelaku dijerat dan kenakan dengan Pasal 245 KUHP dan atau juncto Pasal 55 dan Pasal 56 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. (Z-5)
Polda Metro Jaya akan melimpahkan berkas tersangka klaster pertama kasus tuduhan ijazah Jokowi. Proses penyidikan terus berjalan dengan profesional.
Polda Metro Jaya akan periksa ahli terkait kasus dugaan penistaan agama Pandji Pragiwaksono dalam stand up comedy Mens Rea. Keterangan ahli dibutuhkan.
Polisi akan segera menjadwalkan ulang pemanggilan Bahar Smith terkait kasus pengeroyokan Banser Tangerang. Pemanggilan sebelumnya tak dipenuhi.
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
Seorang pelajar tewas dalam kecelakaan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, setelah terjatuh akibat jalan berlubang, Senin pagi.
POLDA Metro Jaya menangkap dua orang yang diduga terlibat pembunuhan terhadap seorang tenaga kesehatan di kamar kontrakan di Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, tercatat menguat 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS)
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa dengan penguatan tipis. Rupiah tercatat naik 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.762 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah hari ini, Senin 2 Februari 2026, menunjukkan adanya dinamika.
Tekanan geopolitik global yang meningkat berdampak pada naiknya volatilitas di pasar keuangan, baik global maupun domestik.
Cek kurs Rupiah hari ini, Kamis 29 Januari 2026. Rupiah melemah tajam mendekati Rp16.800 per USD akibat kombinasi sinyal The Fed dan sentimen MSCI. Simak tabel kurs bank lengkap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved