Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya resmi mengungkap wajah dua orang terduga eksekutor penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus. Identifikasi ini didapatkan penyidik melalui penelusuran mendalam terhadap rekaman CCTV sebelum dan saat kejadian pada 12 Maret 2026.
Berdasarkan data kepolisian, kedua eksekutor tersebut diketahui berinisial BHC dan MAK. Meski demikian, pihak kepolisian belum menjelaskan rinci identitas kedua pelaku.
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa pada sore hari di hari kejadian, para pelaku terpantau sedang bergerak menuju arah Kantor YLBHI, Jakarta Pusat. Di lokasi tersebut, korban memang akan menghadiri kegiatan siniar (podcast). Wajah keduanya terlihat sangat jelas lantaran tidak menggunakan masker maupun penutup wajah lainnya.
"Pada pukul 16.32 di hari yang sama, pelaku melintas belum menggunakan helm, menggunakan kemeja batik warna biru," ungkap Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin.
Dalam keterangannya, Kombes Iman menegaskan bahwa foto maupun video wajah pelaku yang dikantongi polisi merupakan data rill dari lapangan. Ia menjamin tidak ada manipulasi teknologi dalam proses identifikasi visual ini.
"Ini hasil dari pengambilan gambar terhadap CCTV yang sudah kami peroleh. Kami tekankan kepada rekan-rekan sekalian ini sama sekali tidak dilakukan perubahan ataupun pengolahan sehingga kami dapat pertanggungjawabkan bahwa ini bukan hasil Artificial Intelligence," tegas Iman.
Berdasarkan rekaman tersebut, terduga pelaku pertama terlihat mengenakan batik berwarna biru, sementara pelaku kedua menggunakan kaus gelap berlengan panjang. Pelaku kedua, yang diduga kuat sebagai penyiram cairan kimia, sempat terekam melepaskan bajunya saat melarikan diri karena ikut terkena percikan zat berbahaya tersebut.
Secara keseluruhan, polisi menduga ada total empat pelaku yang terlibat dalam serangan ini, di mana mereka beraksi menggunakan dua sepeda motor pada Kamis (12/3) di Jalan Salemba, Jakarta.
"Tidak menutup kemungkinan pelaku lebih dari empat orang," kata Iman.
Peristiwa tragis ini terjadi tepat setelah Andrie Yunus selesai mengisi podcast di kantor YLBHI yang membahas isu krusial bertema 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia'.
Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus menderita luka bakar serius mencapai 24%. Cairan kimia tersebut merusak area tangan kanan dan kiri, dada, wajah, hingga bagian mata, yang hingga kini membutuhkan penanganan medis intensif.
(P-4)
Polisi mengungkap jejak pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Rekaman CCTV menunjukkan aksi dilakukan secara terencana sejak awal.
Polisi ungkap rekaman CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus dibuntuti eksekutor berinisial BHC & MAK. Simak kronologi dan kode khusus para pelaku di sini.
Puspom TNI memastikan akan bekerja profesional dan transparan terkait kasus dugaan penyiraman air keras Aktivis Kontras Andrie Yunus yang melibatkan anggota TNI
Boni mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membentuk posko pengaduan khusus bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini.
Polda Metro Jaya identifikasi dua terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, BHC dan MAK. Polisi sebut total pelaku diduga lebih dari 4 orang.
Polisi mengungkap jejak pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Rekaman CCTV menunjukkan aksi dilakukan secara terencana sejak awal.
Polisi ungkap rekaman CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus dibuntuti eksekutor berinisial BHC & MAK. Simak kronologi dan kode khusus para pelaku di sini.
Puspom TNI memastikan akan bekerja profesional dan transparan terkait kasus dugaan penyiraman air keras Aktivis Kontras Andrie Yunus yang melibatkan anggota TNI
Perbedaan inisial pelaku kasus penyiraman air keras Andrie Yunus antara TNI dan Polri terungkap. Keduanya berjanji menyelaraskan penyidikan.
Polda Metro Jaya identifikasi dua terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, BHC dan MAK. Polisi sebut total pelaku diduga lebih dari 4 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved