Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Pelaku Sudah Membuntuti Sejak Awal

Mohamad Farhan Zhuhri
18/3/2026 16:36
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Pelaku Sudah Membuntuti Sejak Awal
Dua terduga pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus(tangkapan layar YouTube)

 

KEPOLISIAN mulai mengurai rangkaian peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Dari hasil penyelidikan, aparat menemukan indikasi kuat bahwa aksi tersebut dilakukan secara terencana. Pelaku diduga membuntuti korban sejak awal hingga lokasi kejadian.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengungkapkan peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada 12 Maret 2026. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif akibat cairan berbahaya yang disiramkan pelaku.

“Korban saat ini masih menjalani perawatan. Mudah-mudahan segera diberikan kesembuhan,” ujar Imanuddin saat konferensi pers, Rabu (18/3). 

Berdasarkan rekaman CCTV yang dikantongi polisi, korban sempat berada di kantor YLBHI untuk mengikuti kegiatan podcast sekitar pukul 19.00 WIB.

Setelah meninggalkan lokasi tersebut, korban diduga sudah mulai dibuntuti oleh orang tak dikenal yang merupakan bagian dari kelompok pelaku.

Polisi kemudian menelusuri pergerakan pelaku melalui sejumlah titik. Saat korban mengisi bahan bakar di SPBU, dua orang yang diduga sebagai eksekutor terekam kamera dengan ciri pakaian dan kendaraan yang sama hingga di tempat kejadian perkara (TKP).

“Terlihat ada dua orang berboncengan yang kami duga sebagai eksekutor. Ada kesesuaian antara pakaian dan kendaraan yang digunakan,” kata Imanuddin.

Di lokasi kejadian, momen krusial terekam jelas. Seorang pelaku yang dibonceng terlihat menyiramkan cairan ke arah korban, sementara satu kendaraan lain diduga berperan sebagai pemantau situasi.

Usai melakukan aksinya, kedua motor tersebut berpencar untuk menghilangkan jejak.

Dalam pelariannya, polisi menemukan indikasi bahwa cairan berbahaya tersebut sempat mengenai tubuh pelaku. Hal itu terlihat dari rekaman di Jalan Diponegoro, ketika dua terduga pelaku berhenti dan mencoba membersihkan diri menggunakan air mineral.

Penyelidikan juga mengarah pada aktivitas pelaku sebelum kejadian. Polisi menemukan rekaman yang menunjukkan para pelaku telah berada di sekitar lokasi sejak sore hari. Salah satu eksekutor bahkan sempat tertangkap kamera tanpa helm, sehingga memperlihatkan sebagian wajahnya. (Far)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik