Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diduga Anggota Bais TNI, Komisi III : Jangan Ada Celah 

Athiyya Nurul Firjatillah
18/3/2026 18:07
Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diduga Anggota Bais TNI, Komisi III : Jangan Ada Celah 
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menggelar konperensi pers di ruang rapat komisi, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (27/12/2024)(MI/Susanto)

PELAKU penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus diduga melibatkan anggota Bais TNI. Pimpinan Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta agar administrasi penanganan kasus ini dilakukan secara cermat oleh Polda Metro Jaya. Jangan ada celah hukum yang bisa dimanfaatkan pelaku.

"Kami titip soal administrasi dan prosedurnya agar dilakukan dengan rapi dan baik. seperti surat SPDP dan sebagainya agar disempurnakan jangan ada celah sedikitpun nanti bagi pelaku untuk melakukan perlawanan balik secara hukum,” kata Habiburokhman dalam konferensi pers, Rabu, (18/3).

Menurut Habiburokhman kelengkapan administrasi seperti penyusunan surat perintah dimulainya penyidikan atau SPDP sangat krusial. Apabila penyelidikan dilakukan tidak hati-hati, akan ada celah hukum yang dimanfaatkan pelaku saat proses peradilan.

Ia juga mengapresiasi upaya Polda Metro Jaya mengusut kasus penyiraman air keras.

“Tentu kami mensupport ya lanjutkan kerja ini dengan baik," ucap dia.

Menurutnya Propam bekerja dengan profesional dalam mengusut kasus ini. Komisi III DPR RI, ujar dia, akan terus mengawal proses penanganan kasus penyiraman Andrie Yunus. 

 Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3) di daerah Matraman, Jakarta Pusat. Ia masih dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM Jakarta dengan luka bakar 20%. 

Dari empat terduga pelaku, polisi menyebut telah mengetahui identitas pelaku yang berinisial BHC dan MAK. Adapun anggota Bais TNI yang diduga pelaku penyiraman air keras kini ditahan di Rutan Pomdam Jaya. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik