Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMPROV DKI Jakarta kembali mengkaji pengelolaan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta Pusat menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang saat ini dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Total luas wilayah TIM diketahui mencapai 7,2 hektare, 5 hektare lainnya
Kepala Dinas Kebudayaan, Iwan Henry Wardhana mengatakan pihaknya sudah siap jika nantinya pengelolaan TIM yang sebelumnya dari Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UP PKJ) berubah menjadi BLUD.
"Nanti ke depan tentunya ini masih transisi ya, mudah mudahan saja porgram program yang tadi disampaikan itu terus berjalan, tidak ada kekhawatiran buat kita untuk bisa berjalan," jelasnya usai rapat dengan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI Hilmar Farid, Balaikota DKI Jakarta, Selasa (4/4).
Baca juga: Bulan Film Nasional Dibatalkan, PSI Minta Pemprov DKI Atur Wewenang JakPro dalam Mengelola TIM
Iwan mengatakan, pengelolaan TIM merupakan investasi kebudayaan yang tidak sebanding dengan keuntungan secara bisnis. Sesuai arahan Heru dan Hilmar, saat ini pihaknya tengah mengkaji ulang akan hal itu.
"Kami dari pemprov khususnya disbud sedang mengkaji ulang termasuk dengan BP BUMD juga ditugaskan untuk mengkaji kembali mana yang lebih baik dari sisi tata kelola ke depan, sesuai prinsip prinsip menjaga integritas, arahannya begitu."
Baca juga : Planetarium belum Beroperasi, Jakpro: Star Ball Perlu Diganti
Ia mengatakan, saat ini baru UP PKJ Tim yang sudah bertransformasi menjadi BLUD. Sedangkan, untuk kawasan seluas 5 hektare di TIM masih dikelola oleh Jakpro.
Adapun hasil kajian akan diumumkan dalam waktu dekat. Nantinya, hasil kajian ini menjadi pertimbangan apakah TIM sepenuhnya menjadi BLUD.
"Tergantung dari hasil kajian yang ditargetkan oleh pak sekda kemarin pada rapat, rencanya mungkin minggu depan sudah selesai, dari BP BUMD yang ditugaskan," jelasnya.
Tahun lalu, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan tidak ada komersialisasi di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta untuk mendukung kemajuan seni budaya.
Adapun untuk tahun ini, Heru berencana mengubah pengelolaan TIM sepenuhnya menjadi BLUD. Heru menggandeng Dirjen Kemendikbudristek untuk pengkajian lebih dalam pengelolaan ke depannya. (Z-4)
Pemprov DKI juga mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Terkait dukungan anggaran, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D mendukung segala kajian dan rencana yang memiliki dampak positif untuk masyarakat luas.
Skema kerja sama dengan pengembang di sepanjang trase akan mempermudah pengembangan MRT, terutama dalam pengelolaan TOD dan pembiayaan proyek.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Letaknya yang strategis di samping JIS menjadikannya salah satu titik potensial untuk pengembangan wisata urban di Jakarta Utara.
Menurut Pramono, dengan dukungan konektivitas tersebut, penyelenggaraan kegiatan berskala besar di JIS dan Ancol akan lebih mudah dijangkau masyarakat.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
Operasi tersebut diarahkan pada titik-titik krusial pertumbuhan awan.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan BPBD Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), besok (27/1), BMKG memprediksi akan terjadi hujan lebat di DKI Jakarta, Selasa (27/1).
Pramono Anung menyiapkan 200 ekskavator untuk melakukan pengerukan di lima wilayah Jakarta cegah banjir. Sebab, BMKG memprediksi bahwa akan terjadi hujan lebat di DKI Jakarta, besok
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, sebanyak 200 ekskavator telah dikerahkan untuk pengerukan. Sebab, Jakarta diprediksi masih akan diguyur hujan lebat.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menepis tudingan pihaknya hanya mengulang skema lama dalam menangani persoalan banjir Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved