Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 2.000 kepala keluarga (KK) korban terdampak banjir di Desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) hingga kini belum tersentuh bantuan. Padahal, banjir setinggi 50 sentimeter telah lebih 10 hari merendam pemukiman dan 500 hektare (ha) persawahan di kawasan tersebut.
"Sudah lebih 10 hari banjir, kami belum ada dapat bantuan dari luar. Saya sudah tanyakan memang belum ada bantuan dari Pemda (Pemerintah Daerah)," kata Kaur Kesejahteraan Rakyat Desa Sukadaya Suwandi kepada Media Indonesia, Senin (6/3).
Ia mengaku tidak mengerti mengapa tidak ada bantuan logistik yang masuk ke desa mereka. Padahal pada banjir tahun lalu, terdapat bantuan yang mengalir dari luar seperti Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Partai Politik (Parpol). Bahkan Ormas dan Parpol turut mendirikan Posko di lokasi banjir.
Baca juga : 183 TPS di Demak Diusulkan Pemilu Susulan
"Tahun ini sepi tak tahu kenapa ya. Mungkin juga tim bantuan itu hanya mendrop untuk warga di tepi jalan. Tahun lalu begitu. Warga tepi jalan di drop tiga kardus mie instant langsung habis. Sedangkan warga di pedalaman tidak dapat," jelasnya.
Ia mengungkapkan, wilayah Sukadaya merupakan daerah langganan banjir. Pasalnya, desa tersebut diapit dua sungai yaitu Kali Bambu Kuning dan Kali Pengarengan. Biasanya saat musim hujan datang, banjir bisa terjadi berulang-ulang dan berlangsung lama. Saat banjir, areal persawahan terendam seperti lautan.
"Warga tak terlalu memikirkannya ya. Namun ini kan kemanusiaan. Kalau dari warga kami sendiri, ada dua caleg di sini yang swadaya bagikan beberapa dus mie untuk beberapa KK. Dan itupun satu orang cuma dua bungkusan," tuturnya.
Baca juga : Banjir Libia Tewaskan 4.000 Orang, Bantuan Global Mengalir Deras
Suwandi menambahkan, kerugian terbesar yang diderita warga korban banjir ialah rusaknya areal persawahan mereka. Apabila dihitung jumlah kerugian sebesar Rp3 juta per hektare sawah. Adapun luas sawah di Sukadaya mencapai 500 hektare.
"Untuk sekolah yang tergenang banjir yaitu MTSn Sukadaya yang air banjir masuk ke kelasnya. Sedangkan SDN 01, SDN 02 hanya halamannya saja tergenang. Tapi SDN 01 sekolah sempat diliburkan karena jalanan tertutup banjir," jelas Suwandi.
Berdasarkan update data terakhir per 5 Maret 2023 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi diketahui sebanyak 19.648 jiwa terdampak, 7.635 KK, 3.823 rumah, 29 desa, 10 kecamatan, dan 6 rumah rusak. Kemudian seluas 8.560 hektare persawahan dan perkebunan terdampak, dan 120 sekolah terdampak. (Z-4)
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban menyatakan enam kecamatan di wilayah itu diterjang banjir bandang, Rabu (4/3).
Curah hujan tinggi pada Selasa (3/3) menyebabkan Sungai Dengkeng meluap.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Lurah Jimbaran, I Wayan Kardiyasa mengatakan di wilayahnya ada tiga rumah warga yang masih tergenang air hujan selain juga halaman sekolah TK Kumara Sari.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
POLRES Metro Bekasi membongkar sebuah rumah kontrakan yang dijadikan gudang penyimpanan 187.570 butir obat keras ilegal golongan G di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Program itu merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis dalam upaya mengatasi persoalan sampah,
Polda Metro Jaya turun tangan dalam menangani kasus perampokan yang terjadi di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/3).
Permintaan hunian kelas atas di kawasan Bekasi kian meningkat seiring ekspansi industri dan teknologi di wilayah penyangga Jakarta tersebut.
POLISI masih menyelidiki kasus dugaan perampokan disertai dengan pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) pada sebuah rumah di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Bekasi
SUBDIT Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pencurian uang hasil jualan milik pedagang nasi uduk Atnah, 65, di wilayah Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved