Jumat 28 Oktober 2022, 20:29 WIB

ART Terduga Korban Penganiayaan Majikan ASN di Jaktim Alami Banyak Luka

mediaindonesia.com | Megapolitan
ART Terduga Korban Penganiayaan Majikan ASN di Jaktim Alami Banyak Luka

DOK.MI
Ilustrasi

 

HASIL visum asisten rumah tangga (ART) berinisial RNA, 18, terduga  korban penganiayaan saat bekerja di rumah salah satu aparatur sipil negara (ASN) di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, menunjukkan banyak bekas luka.
 
Koordinator Koalisi Sipil Undang Undang Perlindungan PRT, Eva Kusuma Sundari, di Jakarta, Jumat (28/10), mengatakan bekas luka pada tubuh RNA itu diduga dari tindakan penganiayaan sang majikan.
 
"Kepalanya yang paling parah karena meskipun penyiksaan itu sudah lama tapi kepalanya masih berdenyut. Lukanya itu masih ada," kata Eva.
 
Eva menambahkan bahwa RNA telah menjalani visum untuk keperluan penyelidikan kasus penganiayaan yang ditangani Polda Metro Jaya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta Pusat.
 
Eva mengatakan dari hasil visum itu juga ada bekas luka pada bagian kuping RNA dan juga ditemukan luka pendarahan, keluar nanah, hingga
pembengkakan.
 
Tak hanya itu, kedua mata RNA mengalami minus empat akibat disiram air cabai dan lada oleh majikan korban.


Baca juga: Komnas LP-KPK Apresiasi PMJ Gerebek Jaringan Sindikat Mafia Perdagangan Orang

 
"Badannya ditendang sama majikannya, sejak itu pincang jalannya. Karena (ditendang) beberapa kali. Jadi, sekarang jalannya agak keseret. Ini yang mau ditangani dokter ortopedi," ujar Eva.
 
RNA juga diketahui mengalami trauma akibat penganiayaan yang dilakukan pasangan suami istri (pasutri) majikannya kepada korban selama bekerja dan ketika usia RNA masih berumur 17 tahun atau secara hukum masih berstatus anak.
 
Lebih lanjut, Eva mengatakan hasil visum tersebut sudah diserahkan ke penyelidik Polda Metro Jaya yang menangani perkara kasus penganiayaan dilakukan pasutri warga Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit itu.
 
"Sekarang persiapan untuk dipulangkan dari RSPAD ke Cianjur. Sempat dirawat inap selama tiga hari. Karena pamannya (RNA yang mendampingi perawatan) kan ASN ya, jadi harus pulang," kata Eva. 

Sebelumnya, kasus kekerasan terhadap ART asal Cianjur, Jawa Barat, berinisial RNA tersebut menjadi perhatian publik setelah korban mengadu ke Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pada Selasa (25/10).
 
Pada kesempatan itu, RNA mengaku menjadi korban kekerasan oleh majikan berupa penyiksaan secara fisik maupun psikis. (Ant/OL-16)

Baca Juga

MI/BARRY F

Pemprov DKI Akan Gelar Pesta Tahun Baru 2023, Heru: Sudah Disiapkan Disparekraf

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Rabu 07 Desember 2022, 16:24 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru mengungkapkan pesta tahun baru ini tengah disiapkan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...
dok.Ant

Nataru, Polres Bogor Siagakan 1.200 Personel dan Skenario Lalin

👤Dede Susianti 🕔Rabu 07 Desember 2022, 15:36 WIB
Jajaran Kepolisian Resor Bogor sudah mempersiapkan sejumlah skema pengamanan dan skenario rekayasa arus lalu lintas terkait perayaan Natal...
MI/Selamat Saragih

Heru Budi: Ingat Tugas Mulia PAM Jaya Rekrut Ribuan Karyawan Palyja-Aetra

👤Selamat Saragih 🕔Rabu 07 Desember 2022, 15:15 WIB
Setidaknya 1.097 pegawai PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra Jakarta) yang direkrut massal menjadi karyawan PAM...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya