Kamis 27 Oktober 2022, 15:14 WIB

LPSK Tak Acuhkan Pengacara Teddy Minahasa Hotman Paris

Mediaindonesia | Megapolitan
LPSK Tak Acuhkan Pengacara Teddy Minahasa Hotman Paris

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Tersangka kasus peredaran narkoba Irjen Pol Teddy Minahasa (tengah)

 

LEMBAGA Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menegaskan tidak akan terpengaruh pengacara Inspektur Jenderal Polisi Teddy Minahasa, yakni Hotman Paris, yang meminta agar lembaga tersebut menolak permohonan "justice collaborator" yang diajukan tersangka AKBP Doddy Prawiranegara.

"Kita tidak terpengaruh itu. Kita bekerja independen dan nanti hasil investigasi maupun asesmen yang menentukan apakah yang bersangkutan layak atau tidak sebagai justice collaborator," kata Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo, saat dihubungi di Jakarta, hari ini.

Ia menegaskan lembaga yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 13/2006 tersebut tidak bisa menolak pengajuan perlindungan atau justice collaborator yang diajukan seseorang selama yang bersangkutan memenuhi syarat.

"Semua orang berhak mengajukan permohonan. Tetapi permohonan itu diterima atau tidak maka sepenuhnya menjadi kewenangan LPSK," tegas dia.

Oleh karena itu, pernyataan atau permintaan Hotman Paris agar LPSK menolak permohonan justice collaborator AKBP Doddy Prawiranegara, sama sekali tidak akan mempengaruhi kinerja lembaga itu.

Baca juga: Pengamat : Jokowi Kemungkinan Tak Perpanjang Jabatan Jenderal Andika

Sebab, LPSK merupakan lembaga mandiri dan tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun dalam menentukan seseorang layak atau tidak ditetapkan sebagai terlindung.

"Pengacara kan punya kepentingan sendiri untuk kliennya, dan itu haknya pengacara tetapi pernyataan Pak Hotman tidak akan memengaruhi kinerja LPSK," jelasnya.

Dalam prosesnya, kasus yang cukup menyita perhatian publik tersebut bisa saja LPSK mendatangi langsung tersangka mantan kepala Polres Bukittinggi, Sumatera Barat, tersebut untuk menginvestigasi dan melakukan asesmen.

"Karena nama yang diajukan itu AKBP Doddy tentu kami akan menemui yang bersangkutan," ujarnya.

Terakhir, Suroyo mengatakan belum mengetahui banyak apakah kasus dugaan transaksi jual beli narkoba itu murni perintah atasan atau hal lainnya.

Namun, informasi dari pengacara Prawiranegara mengatakan, kliennya hanya mendapatkan perintah dari atasan. Untuk menguji kesahihannya maka perlu dilakukan investigasi mendalam.(Ant/OL-4)

Baca Juga

Antara/Aprillio Akbar.

PAM Jaya Targetkan Layani 2 Juta Pelanggan di 2030

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 08 Desember 2022, 20:59 WIB
PAM Jaya menargetkan bisa mencakup layanan pipa air bersih hingga 100% pada 2030. Ini berarti ada 2.006.167 pelanggan yang...
Dok. Pribadi

Kasus Akta Kelahiran, Pakar: Freddy Widjaja Berhak Minta Gelar Perkara Khusus

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 08 Desember 2022, 20:37 WIB
"Dalam ilmu hukum itu disebutnya eksaminasi. Itu, ruang perkara khusus, dalam perspektif Perkap Nomor 6 Tahun 2019 itu disebutnya...
Ist

Kepulauan Seribu Siap Sambut Wisatawan Liburan Natal dan Tahun Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 18:18 WIB
Menyambut liburan Natal dan Tahun Baru 2023, Kepulauan Seribu siap menampung para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berwisata di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya