Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMUNCULAN berbagai penyakit misterius yang menyerang anak, seperti hepatitis akut hingga gangguan ginjal akut, tentu membuat kalangan orang tua merasa resah dan khawatir.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengimbau agar para orang tua tidak panik.
"Sebenarnya sederhana. Cukupi kebutuhan nutrisinya, kebersihannya melalui PHBS, lalu istirahatnya. Jangan lupa imunisasi dasar lengkap untuk bayi dan anak balita," ujar Masdalina saat dihubungi, Senin (17/10).
Baca juga: KSP: Pemerintah Telah Siapkan Langkah Tangani Kasus Ginjal Akut pada Anak
Orang tua juga harus mengurangi pemberian makanan instan dan jajanan yang menggunakan pengawet, serta pewarna buatan untuk anak. "Biasakan membuat sendiri makanan dan minuman untuk bayi dan anak, juga untuk seluruh anggota keluarga," pungkasnya.
"Pemerintah perlu memperketat pengawasan terhadap peredaran makanan. Terutama pengawasan konsumsi gula, garam dan zat tambahan pada makanan dan jajanan," imbuh Masdalina.
Pihaknya menekankan bahwa penyakit baru memang hal yang lazim muncul setiap saat. Baik akibat mikroorganisme baru, maupun mutasi yang menyebabkan penyakit lebih ganas. "Tapi, tidak semua penyakit tersebut kemudian berpotensi menjadi wabah," jelasnya.
Baca juga: Dinkes DKI Catat 42 Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak
Kecuali, lanjut dia, jika kejadiannya meluas, atau terbukti menular kepada orang lain, berikut kasus bertambah dengan cepat dan berakibat kematian. Situasi tersebut perlu dilakukan upaya investigasi khusus.
Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama KSP Brian Sri Prahastuti mengingatkan orang tua untuk mewaspadai dan bertindak cepat. Dalam hal ini, jika anak menunjukkan gejala awal gangguan ginjal akut, seperti batuk, pilek, diare, muntah, urine yang sedikit.
"Jika anak-anak mengalami keluhan tersebut, kami mengimbau orang tua untuk tidak melakukan self-diagnose. Sebaiknya, segera berkonsultasi dengan dokter di fasilitas kesehatan terdekat," tuturnya.(OL-11)
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam mengungkapkan terdapat beberapa penyakit yang sering muncul setelah lebaran.
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
WhatsApp resmi meluncurkan fitur akun yang dikelola orang tua untuk anak usia 10-12 tahun. Simak cara setting, fitur kontrol, dan sistem keamanannya di sini.
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Child grooming bisa berawal dari kedekatan semu. Orangtua jadi benteng pertama dengan parenting protektif: anak aman bercerita, paham batasan, dan mengenal emosi.
SAAT ini, di Indonesia terdapat sekitar 90 juta anak yang berumur 0-18 tahun, yang berarti hampir 30% dari jumlah penduduk negeri ini yang berjumlah sekitar 280 juta jiwa.
Beberapa buah yang dianggap "sehat" dan "baik untuk jantung" bisa memicu peradangan, memperburuk aliran darah, serta memperlemah kekuatan kaki dengan cara yang tidak terlihat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved