Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI jelaskan tujuh tahanan Polsek Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, yang kabur dari ruang sel tahanan menggunakan sebilah besi dan sendok untuk menjebol tembok kamar mandi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan bahwa dalam sel tersebut terdapat 10 tahanan. Akan tetapi, yang melarikan diri hanya 7 tahanan.
"Diketahui total ada 10 tersangka yang ditahan dalam satu sel. Dari 10 orang tersebut, 7 di antaranya telah melarikan diri," kata Zulpan saat dimintai konfirmasi di Jakarta, Sabtu (15/10).
Zulpan mengatakan, 7 tahanan tersebut melarikan diri pada Kamis (13/10) lalu sekitar pukul 21.39 WIB.
Sedangkan peristiwa ini diketahui oleh sesama tahanan yang langsung berteriak saat melihat tahanan lain melarikan diri. Saksi tersebut ialah tahanan dengan nama Hendiyawan, 37 tahun.
"Saksi Hendiyawan, ini tahanan juga berteriak memberitahukan kepada piket Reskrim Brigadir AR yang selanjutnya memberitahukan kepada petugas jaga SPK bahwa tahanan telah melarikan diri," papar Zulpan.
Petugas piket waktu itu Padal Ipda RN bersama petugas piket fungsi Resmi kemudian melakukan pengecekan setelah mendengar teriakan tahanan.
Mereka pun mendapati tembok kamar mandi di dalam sel tahanan telah dijebol oleh tahanan yang melarikan diri.
"Dicek ke dalam ruang tahanan didapati tembok samping kamar mandi dalam keadaan bolong dan besi teralis dibengkokkan," beber Zulpan.
Diduga 7 tahanan tersebut melarikan diri dengan membobol tembok kamar mandi sel dengan menggunakan sebilah besi berukuran 13 milimeter dan satu buah sendok.
"Diduga para tahanan melarikan diri dengan mengunakan 1 buah besi ukuran 13 mm dengan panjang sekitar 30 mm dan 1 buah sendok makan," jelas Zulpan.
Adapun 5 dari 7 tahanan yang melarikan diri merupakan tahanan kasus narkoba. Sedangkan untuk 2 tahanan lain merupakan tersangka kasus pencurian.
Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Kasus Sabu yang Menyeret Kapolda Sumbar
Berikut identitas tahanan yang melarikan diri:
1. Gopar (tersangka kasus narkotika)
2. Dola Aprian (tersangka kasus pencurian)
3. Iman alias Ambon (tersangka kasus narkotika)
4. Arip Budiman (tersangka kasus narkotika)
5. Saipul Bahri (tersangka kasus narkotika)
6. Achmad Ridwan (tersangka kasus narkotika)
7. Redo Palami (tersangka kasus pencurian)
(OL-16)
Peristiwa pembakaran Mapolsek Muara Batang Gadis ini menjadi atensi serius dan bahan evaluasi internal di lingkungan Polres Madina.
kultur kekerasan yang masih melekat dalam tubuh Kepolisian menunjukkan bahwa reformasi kepolisian pasca-pemisahan dari ABRI belum berjalan tuntas.
Kegiatan itu, menurut Kapolres Temanggung AKBP Rully Thomas, mendapat antusiasme warga. Semua beras yang dijual dengan harga murah itu terjual habis.
Aksi ini sebagai respons cepat aduan dari masyarakat yang melapor aksi pemalakan ke layanan 110.
POLSEK Tanah Abang membongkar kasus peredaran obat keras tanpa izin di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Dalam kasus ini, polisi mengamankan seorang pria berinisial BS, 23.
Namun, Anam enggan membeberkan identitas ketiga anggota yang disidang hari ini. Terpenting, kata dia, orang-orang yang ada dalam peristiwa pemerasan.
Sejumlah warga yang merupakan penghuni belasan rumah itu sempat terlibat bentrok dengan puluhan petugas gabungan yang dikerahkan.
Meski demikian, masyarakat tetap diperbolehkan merayakan malam tahun baru, tetapi dianjurkan tidak melakukannya secara berlebihan.
Dana yang digelontorkan untuk mendukung administrasi kesekretariatan hingga fasilitas kegiatan lingkungan itu langsung dikebut pencairannya oleh para ketua RW.
Pembangunan dan pengoperasian puskesmas ini merupakan perwujudan kehadiran pemerintah dalam menjamin layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses warga.
Pameran Dagang Lokal yang menjadi agenda pembuka menghadirkan berbagai produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Bekasi.
Informasi yang sudah lama bisa dimunculkan kembali dan menimbulkan persepsi negatif terhadap pemerintah maupun lembaga pendidikan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved