Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKSI Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok melimpahkan penanganan kasus dugaan korupsi Kepala Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Depok Syamsu Rahman, ke Seksi Pidana Khusus Kejari setempat.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kota Depok Mochtar Arifin, Jumat (23/9) mengatakan kasus dugaan korupsi Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Depok Syamsu Rahman (SR) terus bergulir. Kata dia berkas penyelidikan yang ditangani Seksi Intel Kejari Kota Depok tersebut telah rampung kemudian dilimpahkan ke Seksi Pidsus.
"Dilimpahkan hari ini," kata Mochtar pada mediaindonesia.com, Jumat (23/9).
Selain menyeret SR, kata Mochtar pihaknya juga telah memeriksa puluhan saksi yang di duga mengetahui kasus tersebut. " Ada 20 orang yang sudah kami mintai keterangannya, "ujar Mochtar.
Ke-20 orang tersebut, menurut Mochtar tak hanya dari jajaran Bawaslu Kota Depok. Namun juga dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. " Ada dari pihak Pemkot. Kalau jajaran Bawaslu mulai dari pimpinan hingga bawahannya, " tegas Mochtar.
Awal kasus korupsi rasuah ini, Mochtar yang didampingi Kasubsi Penuntutan Kejari Kota Depok Dimas Praja menjabarkan ketika Lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa melakukan audit terhadap Laporan Keuangan Bawaslu Kota Depok. Audit keuangan tahun 2021.
Dari hasil audit dari BPKP, diketahui bahwa terdapat aliran dana yang dilakukan oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Depok (SR) bukan untuk kepentingan pemilihan (Wali Kota) dan (Wakil Wali Kota), maupun kepentingan lainnya dari Bawaslu Kota Depok.
" Tetapi untuk perkaya diri dan poya-poya di kafe hiburan malam. Modus penyimpangan hibah sendiri dilakukan dengan cara tansfer dari rekening Bawaslu ke rekening pribadinya SR. "
Tak tanggung-tanggung, dana hibah yang yang disimpangkan Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Depok itu kurang lebih sebesar Rp1,1 miliar dari keseluruan hibah sebesar Rp15 miliar. "Sebesar Rp1,1 miliar," tambahnya.
Mochtar melanjutkan perkara korupsi Bawaslu ini sama dengan kasus korupsi eks Ketua Komisi Pemilihan Umun (KPU) Kota Depok Titi Nurhayati yang kini sedang bersidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung. " Sama kasusnya sama-sama memperkaya diri, " ucapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Intel (Kastel) Kota Depok, Andi Rio Rahmat Rahmatu, menambahkan setelah melakukan pengumpulan bahan data (PBD) dan pengumpulan bahan keterangan (PBK) Intel Kejari setempat akhirnya menaikkan status kasus dari Seksi Intel ke Seksi Pidsus. " Hari ini Seksi Intel resmi menaikkan penanganan kasus korupsi Bawaslu ke Seksi Pidsus," ungkapnya.
Penaikan status perkara ini, jelasnya karena indikasi korupsinya baik perbuatan melawan hukum maupun kerugian negaranya sudah terang dan jelas berdasarkan hasil audit dari BPKP.
"Kalau korupsinya itu, ada melawan hukum ada kerugian negara. Saat ini, indikasi melawan hukum sudah ada dugaan, begitu pun dengan indikasi kerugian negara sudah ada."
Andi melanjutkan, dalam proses penyelidikan ini, alat buktinya sudah terpenuhi sesuai KUHP sehingga Kejari Kota Depok melanjutkan proses lebih jauh. "Nanti kita melihat perkembangannya di penyelidikan Seksi Pidsus," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Bawaslu Sebut Uang Dana Hibah Bawaslu Depok Sudah ...
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka kasus korupsi ekspor CPO 2020–2024. Negara diperkirakan rugi Rp14,3 triliun akibat manipulasi klasifikasi produk untuk hindari aturan DMO.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
KPK mengungkap hasil pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan suap proyek Lampung Tengah dengan mendalami aliran uang dan sumber penghasilan Bupati nonaktif Ardito Wijaya.
KPK menyatakan tidak mempermasalahkan batalnya Jamdatun Kejagung Narendra Jatna bersaksi dalam sidang ekstradisi buronan Paulus Tannos di Singapura karena sudah ada afidavit.
KPK menyebut PT Blueray bertindak sebagai importir dari banyak perusahaan dan kini mendalami peran afiliasi serta modus suap dalam kasus dugaan korupsi importasi di Bea Cukai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved