Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Rumah Susun (Rusun) Dakota, Kemayoran, Jakarta Pusat, Muklis, 30, ditemukan tewas di depan terasnya. Diduga sempat terjadi keributan antara korban dengan salah satu penghuni rusun.
Ridwan, salah satu warga sekitar, mengatakan bahwa keributan terjadi pada Sabtu (14/5) pukul 04.00 WIB. Ia mengatakan warga rusun tidak berani keluar untuk melihat. "Namun pas saudara korban keluar langsung melihat korban di bawah sudah tergeletak dan tidak ada orang lain," ucap Ridwan saat dihubungi, Minggu (15/5).
Melihat Muklis tergeletak, saudara korban bernama Jeremi langsung membawanya ke rumah sakit. Namun, nyawa korban sudah tidak tertolong. "Korban ditemukan di depan rumah. Ada darah di bibir. Di leher ada bekas pukulan tetapi mungkin juga kena benda tumpul atau kepentok," katanya.
Terpisah, Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Wisnu Wardana mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus mayat di Rusun Dakota Kemayoran. "Kami sedang cek CCTV dan beberapa orang tengah dimintai keterangan. Saat ini kami belum menyimpulkan penyebab kematian," tutupnya.
Baca juga: Kemendagri Masih Jaring Nama Pengganti Anies Baswedan
Sebelumnya, warga RW 11 Rumah Susun (Rusun) Dakota, Kemayoran, Jakarta Pusat, digegerkan penemuan mayat atas nama Muklis pada Sabtu (14/5). Lurah Kebon Kosong Alfalast membenarkan penemuan sosok mayat tersebut. Ia mengatakan jenazah dibawa ke RSCM Jakarta Pusat untuk diautopsi.
"Saya tadi tanya ke ketua RW 11. Infonya seperti itu ada mayat. Kemungkinan itu korban pembunuhan. Yang mati itu bukan warga sekitar. Infonya ada tiga orang yang dibawa ke Polsek Kemayoran," ucap Alfalast. (OL-14)
Korban merupakan bagian dari rombongan berjumlah 24 orang yang dijadwalkan melakukan kunjungan kerja.
Wagub DKI Rano Karno meminta warga memaklumi maraknya jukir liar di Tanah Abang saat awal Ramadan. Polisi sebelumnya menangkap 8 pelaku pungli parkir hingga Rp100 ribu.
Warga Gambir, Jakarta Pusat digegerkan penemuan mayat bayi laki-laki di selokan Jalan Batu Tulis. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan jasad dibawa ke RSCM.
Simak 7 fakta kasus remaja siram air keras di Cempaka Putih. Dari kronologi CCTV hingga motif serangan acak yang melibatkan pelajar di bawah umur.
REMAJA yang menyiramkan air keras ke sesama pelajar di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (6/2) ditangkap. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat
Es gabus yang sempat viral di Jakarta Pusat dipastikan aman dikonsumsi. Polisi akui kesimpulan awal terlalu cepat setelah hasil uji lab keluar.
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved