Minggu 03 April 2022, 23:40 WIB

Wali Kota Bogor Larang ASN Gelar Bukber dan Open House

Dede Susianti | Megapolitan
Wali Kota Bogor Larang ASN Gelar Bukber dan Open House

MI/Dede Susianti
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto

 

WALI Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melarang aparat sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Kota Bogor menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) selama Ramadan tahun ini. Namun, larangan itu tidak berlaku bagi warga umum.

"Kalau bukber kan kita pedomani arahan presiden terkait ASN gak boleh open house, bukber gak boleh. Kalau kegiatan warga bukber silakan saja tidak dilarang," katanya.

Larangan lainnya ialah diberlakukan bagi tempat hiburan malam (THM). Sama seperti kebijakan yang diterapkan di setiap bulan Ramadan, THM dilarang beroperasi.

"Memasuki level satu (status PPKM) di mana ibadah normal semua. Semua kita akan sesuaikan dengan levelingnya saja. THM gak boleh buka, tutup semua dari dulu juga," kata dia.

Baca juga: Jaga Imunitas saat Puasa, Cegah Terpapar Covid-19

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro menegaskan hal apa pun yang dapat mengganggu kenyamanan beribadah selama bulan Ramadan pasti akan menjadi perhatiannya.

"Karena kegiatan Ramadan ini sudah menjadi tradisi bagi warga, euforia di awal Ramadan ini rawan kejahatan itu menjadi atensi kami," katanya.

Dia menegaskan minuman keras, pelanggaran THM, tawuran, balap liar, dan semua hal yang berpotensi menggangu akan dilakukan penindakan secara tegas. "Penindakan akan kami lakukan bersama Pemkot Bogor juga dengan Kodim Kota Bogor."

Dalam pelaksanaannya, pasukan disiapkan di sebanyak delapan pos pengamanan. Personel akan mengantisipasi kejahatan jalanan, tawuran, termasuk juga berjaga di jam-jam saat warga biasa menghabiskan waktu sebelum berbuka atau ngabuburit.

"Akan kami lakukan upaya untuk mengatur supaya tidak terjadi kemacetan parah. Karena sehari-hari ini kegiatan normal kehidupannya," kata dia.

Pun demikian dengan sahur on the road (SOTR). polisi juga melarang warga untuk melakukan kegiatan keliling. Pihaknya mengaku sudah bertemu dengan ormas-ormas Islam dan sepakat untuk bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi menjaga kenyamanan dan ketenangan menjalnakan ibadah puasa serta tidak boleh ada aksi sweeping.

"SOTR sudah jelas kami larang. Nanti masing-masing polsek, camat, menyerahkan bantuan, kemudian ditaruh di masjid. Tidak harus diserahkan dipinggir jalan. Kami bersana MUI akan mengatur, menyumbang untuk sahur di drop di masjid-masjid tersebut," pungkas Susatyo. (J-2)

Baca Juga

MI/Vicky G

Tebet Eco Park Segera Dibuka, Wagub: Tidak Ada Lagi Parkir Liar

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Kamis 30 Juni 2022, 16:27 WIB
"Tidak ada lagi pedagang yang mengganggu ketertiban di pinggir jalan, parkir-parkir liar juga diharapkan tidak ada lagi, karena itu...
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Kuasa Hukum Anggap Roy Suryo sebagai Korban dalam kasus Meme Stupa

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 30 Juni 2022, 16:22 WIB
Kuasa hukum Roy Suryo mengatakan bahwa kliennya itu hanya korban dalam kasus meme stupa Candi Borobudur...
MI/Andri W

Tidak Terima Ditegur Saat Lawan Arus, Mahasiswi Gigit Tangan Polisi

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 30 Juni 2022, 15:37 WIB
Peristiwa itu berawal dari anggota polisi lalu lintas melihat HFR melawan arus saat berkendara dengan sepeda motornya di bawah jembatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya