Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria sopir bajaj berinisial D, 53, ditangkap polisi setelah melakukan aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur. Pelaku ditangkap di Jalan Sawah Barat, RT 02/01, Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Selasa (8/3) malam.
Dari keterangan pelaku, dirinya beberapa kali melakukan perbuatan tersebut kepada korban. "Sudah lebih dari 10 kali kepada korban," kata pelaku D kepada polisi saat diamankan.
Pelaku nyaris menjadi bulan-bulanan warga yang geram dengan aksi pelaku. Beruntung, aksi tersebut dapat dicegah oleh aparat yang tiba di lokasi kejadian.
Menurut pengakuan pelaku, kejadian terjadi ketika korban mendatangi kamar kontrakan pelaku. Pelaku awalnya meminta korban untuk memijat dirinya. Selanjutnya pelaku melakukan aksi pencabulan itu hingga berulang kali.
Kapolres Jakarta Timur Kombes Budi Sartono membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pelaku telah diamankan ke Polsek Duren Sawit. "Iya, diamankan Polsek Duren Sawit. Sekarang masih kami periksa," kata Budi, saat dihubungi, Rabu (9/3).
Budi mengatakan pelaku telah mengakui aksi pencabulan yang dilakukannya tersebut. Ia mengatakan diduga ada tiga anak di bawah umur yang menjadi korban. Namun, sejauh ini aksi bejat tersebut baru terbukti dilakukan terhadap satu anak. Ia mengatakan polisi mendalami lebih lanjut dengan memeriksa sejumlah saksi.
"Dugaannya tiga orang tetapi yang sudah memenuhi unsur satu. Yang dua ini hasil keterangan sementara dari korban ada tiga tetapi masih kami periksa saksi-saksi lain," kata Budi.
Baca juga: Wagub DKI Pastikan Program Penanggulangan Kemiskinan Berdampak
Ia mengatakan pelaku mengiming-imingi korban dengan sejumlah uang agar korban mau menuruti keinginan pelaku. "Korban itu memang dijanjikan diberikan uang ya," katanya.
Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Ahsanul Muqqafi mengatakan, sejauh ini ada tiga anak yang diduga menjadi korban pencabulan pelaku. Ketiga korban berusia 10 hingga 13 tahun.(OL-14)
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara mencatat lonjakan kasus kekerasan terhadap anak yang didominasi oleh kekerasan seksual sepanjang tahun 2025.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
kasus kekerasan terhadap siswa ini mencederai rasa kemanusiaan.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved