Senin 17 Januari 2022, 20:32 WIB

Polisi Terbitkan SP3 Kasus Mafia Tanah Tukang AC

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Polisi Terbitkan SP3 Kasus Mafia Tanah Tukang AC

MI/Rahmatul Fajri
Ng Je Ngay dan pengacanya, Aldo Joe (baju hitam)

 

POLRES Metro Jakarta Barat mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam kasus mafia tanah dengan korban tukang AC, Ng Je Ngay. Keputusan ini tertuang dalam surat nomor S.Tap/06/I/HUK.6.6./2022 Res JB.

Dalam surat itu dijelaskan jika penyidikan tersangka Anton Gunawan dihentikan, karena tak memiliki cukup alat bukti.

Pengacara Ng Je Ngay, Aldo Joe menyesalkan keputusan penhentian penyidikan itu, terlebih alasan yang digunakan adalah kurangnya alat bukti.

“Untuk menjadi tersangka diperlukan dua alat bukti yang cukup. Sempat ditahan kok bisa menjadi kurang alat bukti alasannya. Ini menjadi tanda tanya besar, apakah alat bukti tersebut hilang, tercecer, dicuri, atau apa?" kata Aldo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/1).

Aldo menuturkan, dalam berkas perkara alat bukti yang dilampirkan sudah lengkap sesuai yang diatur pada Pasal 184 KUHAP. Ada bukti yang dilampirkan meliputi keterangan 20 saksi, 2 saksi ahli. Lalu, dokumen-dokumen seperti KTP, KK, NPWP, Buku Tabungan palsu, laboratorium forensik terkait tanda-tangan palsu.

"Terkecuali sertifikat a quo hingga kini belum disita. Petunjuk, jelas penyidik mendapatkan petunjuk dari berbagai macam alat bukti yang telah dikumpul. Pelaku tidak pernah melaksanakan pengecekan fisik rumah, pembelian di bawah harga pasar," kata Aldo.

"Keterangan Terdakwa, yang jelas mengakui kesalahannya, meminta maaf, serta bersedia melaksanakan ganti rugi," tambahnya.

Aldo menduga ada intervensi dalam kasus ini. Sehingga pengusutan kasus ini dihentikan oleh penyidik.

“Awalnya saya apresiasi Polres Metro Jakarta Barat melalui Kapolres yang membuat kasus ini tegak lurus. Entah kenapa jadi belok belok dari ditahan kemudian ditangguhkan hingga akhirnya sekarang dibebaskan dan berakhir pada penghentian perkara," imbuh Aldo.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo belum merespon ihwal diterbitkannya SP3 ini. Hingga berita ini diterbitkan, Ady belum memberikan respon.

Sebelumnya, seorang kakek, Ng Je Ngay, 70, meminta Kapolda memberikan atensi kepada kasus yang mendera kliennya. Sebab, korban kehilangan rumah dan tanahnya di Jalan Kemenangan, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat senilai Rp2-3 miliar jika ditaksir menggunakan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).(OL-13)

Baca Juga

DOK MI

Dewan Pendidikan Diharapkan Tingkatkan Kualitas SDM Tangsel

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 18 Mei 2022, 21:10 WIB
SEBANYAK 23 calon anggota Dewan Pendidikan Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengikuti tahapan proses seleksi untuk memimpin periode...
dok.ist

Ini Alasan Warga Jaktim Deklarasi Sandiaga Uno Presiden 2024

👤Selamat Saragih 🕔Rabu 18 Mei 2022, 20:30 WIB
RATUSAN relawan Sandi Uno Fans Club Jakarta Timur mendeklarasikan Menparekraf, Sandiaga Uno untuk jadi presiden...
MI.

Sejarah Kota Jakarta

👤Miskah Syifa Putri 🕔Rabu 18 Mei 2022, 20:25 WIB
Jakarta pertama kali dikenal sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda yang bernama Sunda Kalapa berlokasi di muara Sungai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya