Selasa 04 Januari 2022, 21:46 WIB

Polisi Sebut Pelanggan Cassandra Angelie bukan dari Kalangan Pejabat 

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Polisi Sebut Pelanggan Cassandra Angelie bukan dari Kalangan Pejabat 

Antara/Reno Esnir
Polisi mengungkap kasus prostitusi artis Cassandra ANgelie

 

KEPALA Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menyebut tersangka kasus prostitusi Cassandra Angelie (CA) tidak memiliki pelanggan dari kalangan pejabat. Zulpan meluruskan mengenai pemberitaan yang beredar mengenai Cassandra yang melayani kalangan pejabat. 

"Saudari CA berdasarkan pemeriksaan baru melakukan kegiatannya sebanyak 5 kali dan itu tidak ada dari kalangan-kalangan yang sempat diberitakan dari kalangan pejabat. Itu tidak benar," kata Zulpan, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (4/1). 

Sebelumnya, CA diamankan terkait prostitusi bersama pelanggannya, seorang pria di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat, Rabu, 29 Desember 2021 lalu. 

Endra mengatakan pelanggan tersebut bisa dijerat Pasal 284 KUHP tentang perzinahan. Ia mengatakan perbuatan perzinahan termasuk delik aduan, sehingga pria tersebut bisa dijerat asal ada laporan dari pasangannya yang sah. 

"Iya (dipidana), kalau dari istrinya ada (laporan)," kata Endra. 

Diketahui, pesinetron CA ditangkap polisi terkait kasus prostitusi online di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat, pada Rabu (29/12) malam. 

Baca juga : Cassandra Angelie Ikut Tawarkan Diri dalam Prostitusi Online

Berdasarkan pengakuannya, Cassandra telah melakukan praktik prostitusi selama lima kali dengan tarif Rp30 juta. Zulpan menjelaskan CA mengaku melakukan praktik prostitusi itu, karena kebutuhan ekonomi. 

"Tersangka CA dalam kegiatan prostitusi online ini baru melakukan 5 kali, kemudian tarif Rp30 juta," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (31/12). 

Zulpan mengatakan selain mengamankan CA, polisi juga menangkap tiga orang lainnya, yakni KK (24), R(25), dan UA (26). Ia mengatakan ketiga tersangka merupakan muncikari yang menawarkan CA kepada sejumlah pihak dan menampung hasil praktik prostitusi tersebut. 

"Mereka bertiga adalah yang menawarkan saudari CA kepada pihak pihak lain yang ingin melakukan hubungan badan dengan tarif tertentu. Kemudian juga para muncikari ini melakukan penampungan transfer dana terkait dengan pembayaran awal, untuk kegiatan prostitusi online," katanya. 

Atas perbuatannya, CA dan tersangka lainnya dijerat Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang ITE dengan pidana 6 tahun penjara. Kemudian Pasal 2 ayat 1 nomor 21 tahun 2017 tentang pemberantasa tindak pidana perdagangan orang dengan pidana paling singkat 3 tahun paling lama 15 tahun. Kemudian, Pasal 506 KUHP dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun serta pasal 296 KUHP dengan pidana paling lama 1 tahun. (OL-7)

Baca Juga

Antara

55,9% Kasus Harian Covid-19 Berasal dari DKI

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 30 Juni 2022, 22:54 WIB
Kasus covid-19 di Indonesia bertambah 2.248 pada Kamis...
ANTARA FOTO/Chairul R

Ada Layangan dari Mancanegara Lho di Museum Layang-Layang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 22:26 WIB
Layang-layang yang berasal dari berbagai belahan dunia ini didapat karena pemberian atau cindera mata ketika pengelola Museum Layang-layang...
MEDCOM

Lima Mobil Terlibat Tabrakan Beruntun di Tol Japek

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 22:20 WIB
Kecelakaan beruntun itu terjadi saat bus PO Bina Sejahtera Guvilli yang dikemudikan Asep Kurnia melintas di lajur tiga, dari arah Jakarta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya