Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kemasyarakatan (Ormas) di Tangerang Selatan, Banten, diminta untuk menjalin sinergi dan menjaga ketertiban bersama agar kondusivitas di wilayah Tangsel terus terjaga.
"Kami berharap semua ormas atau lembaga dapat bersinergi dengan program Pemerintah Kota Tangsel, saling menjaga kondusivitas wilayah serta memliki 'spirit of harmony'," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemkot Tangsel, Wawang Kusdaya menjawab Media Indonesia, Selasa (7/12).
Wawang juga meminta pimpinan Ormas untuk bisa mengayomi anggotanya agar tidak terjadi gesekan antar-ormas. Wawang menilai, ormas di Tangsel sejauh ini sudah menunjukkan kontribusi dan kedewasaan dalam berbagai kegiatan.
"Insya Allah pimpinan-pimpinan ormas di Tangerang Selatan sudah lebih dewasa.Sehingga tidak ikut terhasut oleh isu-isu yang terjadi di luar," ujarnya.
Baca juga : Polisi: Korban yang Mengaku Wartawan, Buntuti O untuk Investigasi
Bersama dengan TNI-POlri, lanjut Wawang, Pemkot Tangsel juga terus menjalin kolaborasi dengan Ormas dan mengedepankan musyawarah dalam menghadapi suatu persoalan.
Menyinggung langkah preventif, ia mengungkapkan, Kesbangpol Tangsel kerap melakukan pembinaan-pembinaan anggota ormas. Diantaranya, melalui zoom meeting dengan agenda pembahasan seperti pembinaan mental, cinta tanah air. Adapun jumlah peserta daring zoom terbatas, per ormas sekitar 30-50 orang.
Pertemuan tersebut saling memberi masukan tentang perlunya harmonisasi antar ormas.Mereka terwakili oleh ormas perempuan, lintas agama, dan lain sebagainya.
Wawang menambahkan pada November ini terdapat penambahan sebanyak 6 ormas atau lembaga. (OL-7)
Guru kelas 1 UPTD SDN Sawah 01, Mulyani, mengungkapkan dirinya telah mengabdikan diri mengajar di sekolah tersebut selama lebih dari 30 tahun.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengungkapkan bahwa pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) milik PT Aspex Kumbong di Cileungsi dilakukan dengan kuota 200 ton per hari.
Darurat sampah Tengerang dan Tangsel disebut pengamat sebagai bukti dari kegagalan tata kota dan pengelolaan sampah dalam jangka panjang.
Tim Satuan Tugas (Satgas) akan dikerahkan secara intensif untuk melakukan pengangkutan sampah yang masih menumpuk di berbagai wilayah pemukiman maupun protokol.
Meski telah memiliki kekuatan hukum tetap, pelaksanaan eksekusi pengosongan lahan tersebut hingga kini masih terganjal kendala pengamanan di lapangan.
ANGGOTA Kelompok Keahlian Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB menegaskan pengelolaan pertambangan oleh ormas keagamaan harus diawasi ketat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mengecam keras aksi pembongkaran rumah dan pengusiran terhadap Nenek Elina di Surabaya, Jawa Timur.
Kemendagri menegaskan langkah penegakan hukum oleh Polda Riau terhadap ketua ormas di Riau telah dilakukan secara terukur dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi langkah tegas Kepolisian Daerah Riau dalam menegakkan hukum terhadap ormas yang melakukan pemerasan.
DIREKTORAT Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau menetapkan seorang pria sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan. Ia merupakan petinggi ormas di Pekanbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved