Senin 29 November 2021, 20:31 WIB

Ruhut Laporkan Oknum Anggota Polres Jakarta Utara Ke Kapolri

Selamat Saragih | Megapolitan
Ruhut Laporkan Oknum Anggota Polres Jakarta Utara Ke Kapolri

dok.wikipedia
Mapolres Jakarta Utara

 

POLRES Metro Jakarta Utara wilayah hukum Polda Metro Jaya dilaporkan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas dugaan ketidakprofesionalan oknum anggotanya dalam menangani kasus penipuan gadget yang mencatut nama Bea Cukai senilai Rp7 miliar.

Laporan tersebut dibuat Ruhut Sitompul selaku kuasa hukum korban, bernama Robie. Ruhut mengklaim pihaknya telah mengadukan ketidakprofesionalan oknum anggota tersebut dalam penanganan perkara ini ke Kapolri.

“Ada oknum-oknum yang tidak profesional, kami menduga oknum tersebut mengganjal dan menghambat kasus ini lanjut hingga pengadilan, jangan ke pengadilan SP2HP kalau kitatidak surati enggak diberi, apalagi info perkembangan kasus lainnya,” ujar Ruhut dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/11)

Ruhut menegaskan, oknum-oknum tersebut seakan tidak patuh akan perintah Kapolri, di mana profesionalitas adalah program utama Kapolri.

“Profesional dalam visi Kapolri yakni Presisi serasa tidak ada di Polres Metro Jakarta Utara yang notabene wilayah hukum Polda Metro Jaya"

Ketidakprofesionalan yang dilakukan oknum tersebut, kata Ruhut, tidak dilakukannya upaya paksa penangkapan serta penahanan terhadap ayah Depemta Tjongianto yang sudah menjadi terpidana kasus ini, yakni Tarsisius Tjogianto. Sehingga tersangka masih bebas berkeliaran.Kemudian, SP2HP yang dikeluarkan penyidik ke pelapor pun diperlambat padahal kemajuan kasus cukup cepat.

Pelapor hanya diberikan 2 surat SP2HP dalam setahun. Kemudian oknum tersebut diduga mengabaikan petunjuk jaksa dalam pengembalian berkas perkara, seperti bukti transaksi dari PPATK dan keterangan lainnya seperti putusan pengadilan. Sebab Tarsisius diduga turut terlibat dalam kasus penipuan ini dengan mencatut nama instansi bea dan cukai.

"Ini jelas prosedur hukumnya, ada apa Polres Jakarta Utara . Nama-nama yang diduga terlibat jelas dalam putusan hakim PN Jakarta Utara"

Kasus ini berawal ketika korban berkenalan dengan Depemta Tjogianto yang kekinian tengah berstatus sebagai terdakwa dalam kasus ini. Ketika itu Depemta menawarkan korban sebuah gadget dengan harga murah.

Selanjutnya, korban yang merasa tergiur atas tawaran terdakwa memesan ratusan gadget. Namun, gawai yang ditawarkan oleh terdakwa kepada korban nyatanya tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan.(OL-13)

Baca Juga: Pemuda Pancasila Akui 16 Anggotanya Ditahan Polda Metro Jaya

Baca Juga

DOK/ATALIAN Global Services Indonesia

Atalian Global Services Indonesia Resmikan Kantor Pusat Baru

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:25 WIB
Atalian menyediakan lokasi terpusat untuk mengelola operasional, keamanan, dan helpdesk sepanjang...
Antara/Aprilio Akbar

Pemprov DKI Optimistis Pembangunan Sirkuit Formula E Tepat Waktu 

👤Selamat Saragih 🕔Rabu 26 Januari 2022, 21:30 WIB
PT Jakpro mengakui Formula E belum dapat sponsor, sehingga kini memakai dana talangan dulu untuk bangun...
MI/Ricky JUlian

Dinas Pendidikan Tangsel Evaluasi Pelaksanaan PTM 

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 26 Januari 2022, 20:43 WIB
"Pelaksanaan PTM  yang sedang berjalan.sedang kita evaluasi. Untuk itu kami terus berkoordinasi dengan Dinas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya