Senin 29 November 2021, 20:11 WIB

Pemuda Pancasila Akui 16 Anggotanya Ditahan Polda Metro Jaya

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Anggotanya Ditahan Polda Metro Jaya

MI/Pius Erlangga.
Razman Arif Nasution.

 

KETUA BPPH Pemuda Pancasila (PP) Razman Arif Nasution memastikan 16 tersangka saat demo ricuh di depan Gedung DPR, Kamis (25/11), merupakan anggotanya.

"Saya menyampaikan bahwa 16 kader PP yang ditahan dan ditersangkakan itu benar. Seluruhnya kader Pancasila. Kemarin ada pertanyaan ke saya apakah benar kader PP? Jawabannya, benar," tegas Razman saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (29/11).

Meski demikian, Razman mengatakan ke-16 orang tersebut tidak memiliki jabatan strategis di PP, tetapi hanya kader biasa. Ia mengatakan jika para tersangka nanti tidak bisa dibina, akan dikeluarkan dari keanggotaan PP.

"Pasti bukan ketua MPC bukan sekretaris MPC. Jadi tidak orang-orang yang punya kapasitas di PP. Kalau masih bisa dibina, ya kita bina. Kalau enggak mau dia bukan dibinasakan, keluar saja dari PP," tegas Razman.

Lebih lanjut, Razman mengatakan sudah ada 37 orang yang tanda tangan menjadi kuasa hukum dari para tersangka. Razman mengatakan awalnya dia membatasi orang-orang yang ingin mengajukan diri sebagai kuasa hukum puluhan anggota ormas PP tersebut.

"Karena kami enggak mau seolah-olah ini sesuatu dianggap berlebihan. Kami enggak mau ada kesan orang yang bela ini berlebihan. Kami mau bekerja profesional dan sederhana," ungkap Razman.

Ketika disinggung mengenai kelanjutan proses hukum tersangka pengeroyokan, Razman mengatakan pihak kepolisian belum memberikan informasi terkini. Terakhir, polisi menetapkan satu anggota ormas PP berinisial RC sebagai tersangka kasus pengeroyokan Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Karosekali. Hingga Senin (29/11) petang, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endre Zulpan belum bisa dihubungi.

Baca juga: Viral Video Doktrin Ormas PP untuk Membunuh, Ini Kata Polisi

Selain itu, polisi telah menetapkan 15 anggota ormas PP sebagai tersangka terkait dengan dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Darurat Nomor 1 Tahun 1951. Puluhan anggota ormas PP itu kedapatan membawa berbagai jenis senjata tajam (sajam) sampai dengan peluru tajam untuk revolver. "Dari 21 itu yang menjadi tersangka 16 orang. Belum ada penambahan yang dikembangkan dari tersangka yang melakukan pemukulan terhadap anggota Polda Metro Jaya," ujar Zulpan. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

DPRD DKI: PTM Bisa Dilanjutkan Jika Kasus Covid-19 Bergejala Ringan

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 16 Januari 2022, 17:46 WIB
perlu ada data kasus covid-19 pada murid atau guru yang terpapar covid-19. Data tersebut untuk memperlihatkan gejala-gejala yang dirasakan...
MI/SUSANTO

Polda Metro Bakal Adakan Street Race di Malam Hari

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 16 Januari 2022, 17:00 WIB
Sambodo menyebut rencananya sejumlah titik jalanan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya akan ditutup untuk kelancaran balapan jalanan di...
MI/VICKY GUSTIAWAN

Resmikan Balap Street Race, Kapolda: Tak ada lagi Balap Liar

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 16 Januari 2022, 16:30 WIB
Ke depannya diharapkan tak bakal ada lagi balapan liar yang menganggu warga Ibu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya