Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI menangkap pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur berinisial FM, 29, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah mengatakan pelaku dan korban sama-sama bermain game online. Pelaku lalu mengiming-imingi korban dengan isi ulang atau voucher game online agar korban mau menuruti keinginan pelaku.
Baca juga: Dinas Pendidikan DKI Tambah Jam Pelajaran PTM
"Modus pencabulan mulai dari meraba, memegang kemaluan dan beberapa perbuatan lainnya dan cara pelaku bisa bujuk korban yakni dengan iming-imung beri uang dan top up game gratis dan beri poin game gratis," kata Azis di Jakarta, Rabu (17/11).
Azis menjelaskan 14 anak di bawah umur menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan pelaku. Azis mengungkapkan, rata-rata usia korban yaitu antara 7 hingga 11 tahun.
"(Korban) pelajar SD, jumlahnya yang terdata sampai saat ini yaitu sebanyak 14 anak," ungkap dia.
Azis mengatakan para korban juga disuguhi video seks sesama jenis yang membuat psikologis korban terganggu. Pelaku juga meminta para korban untuk berhubungan di hadapannya.
Azis mengatakan pelaku sempat menjadi korban pelecehan seksual dan melampiaskannya kepada anak-anak di lingkungan tempat tinggal pelaku.
"Ia pernah jadi korban dan jadi kecanduan dan lampiaskan dengan anak-anak kecil di sekitarnya," katanya.
Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 76 huruf E Juncto Pasal 82 UU Nomor 25 tahun 2014 tentang perlindungan anak ancaman pidana maksimal 15 tahun.
Lebih lanjut, Azis mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan pemulihan kepada para korban.
"Kami rutin penanganan ini unit PPPA ajak instansi lain P2TP2A untuk hadir di sini akan rutin tindakan apa saja yang dilakukan untuk rehab atau kuratif. Sejak sore kemarin sudah datang siang ini juga sudah datang," katanya.
Sebelumnya, kasus ini terungkap setelah satu korban bercerita kepada orangtuanya perihal pelecehan seksual yang dialami.
"Kalau dari ibu yang tadi malam cerita bahwasanya anaknya tanya-tanya tentang alat kelaminnya. Cerita lah dia sama ibunya," kata ungkap Ketua RW setempat, Raden Taufik.
"Ibunya dengar sekali, dua kali cerita hal yang sama, ibunya mulai curiga. Anaknya tanya, kelamin itu selain air seni keluar apa lagi. Ya pokoknya begitu lah, akhirnya disebut nama pelaku," tambahnya.
Setelah mendengar pengakuan korban, warga langsung menyatroni rumah pelaku pada Senin (15/11/2021) malam. Taufik lalu menuju kediaman pelaku. Di sana, puluhan warga sudah berkumpul menunggu pelaku keluar dari rumahnya.
"Sampai di lokasi sudah ramai. Rumah (pelaku) sudah dikepung sama warga," ujar dia.
Pengurus RT dan RW setempat tidak berani untuk membawa pelaku ke kantor polisi karena melihat massa yang sudah emosi.
Mereka pun memutuskan untuk menunggu petugas kepolisian datang ke lokasi untuk membawa pelaku.
"Saya sendiri mau mengevakuasi nggak berani dengan situasi massa seperti itu. Sementara yang berhak itu kan aparat. Nah, aparat butuh waktu untuk sampai ke lokasi," tutur Taufik.
Massa yang sudah terlanjur geram dengan aksi pelaku pedofil akhirnya menerobos masuk dan menghakimi pelaku hingga babak belur.
"Iya jebol juga sebelum aparat datang," ucap Taufik. (OL-6)
Berbeda dengan demam biasa, kondisi pasien Kawasaki tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi antibiotik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Alih-alih menghambat pertumbuhan, latihan beban justru memberikan manfaat signifikan bagi anak-anak.
Dari sisi keamanan, penggunaan wajah anak sebagai input data AI dinilai sangat rentan terhadap tindak kejahatan digital.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Sorotan terhadap kasus tertentu harus menjadi momentum untuk memastikan korban mendapatkan akses nyata terhadap perlindungan hukum dan psikologis.
Kepolisian terus bergerak menelusuri setiap petunjuk terkait keberadaan tersangka AJ.
Child grooming dan pedofilia sering disamakan. Psikolog menjelaskan perbedaannya serta bahaya serius yang mengancam keselamatan anak.
Julio Iglesias dituduh melakukan kekerasan seksual dan perdagangan manusia oleh dua mantan karyawannya. Kasus ini kini dalam penyelidikan yudisial Spanyol.
Polisi masih terus memburu AJ, tersangka kasus kekerasan seksual yang terjadi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara
Kekerasan terhadap perempuan ini, selain pelanggaran hak asasi manusia, berdampak pula pada berbagai aspek kehidupan perempuan, dan sangat kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved