Senin 18 Oktober 2021, 21:33 WIB

Penasihat Hukum Terdakwa Unlawful Killing tidak Keberatan Atas Dakwaan

Mediaindonesia.com | Megapolitan
Penasihat Hukum Terdakwa Unlawful Killing tidak Keberatan Atas Dakwaan

MI/Andri Widiyanto.
Terdakwa kasus unlawfull killling atau pembunuhan Laskar FPI yaitu Ipda M Yusmin Ohorella saat menjalani sidang.

 

TIM penasihat hukum dari dua terdakwa dugaan tindak pidana pembunuhan anggota Laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek atau dikenal unlawful killing, Briptu FR dan Ipda M Yusmin Chorella, tidak mengajukan eksepsi atau tidak menyatakan keberatan atas dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU). 

Salah satu penasihat hukum terdakwa, Henry Yosodiningrat, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (18/10), mengatakan bahwa dakwaan jaksa penuntut umum telah memenuhi syarat-syarat dakwaan menurut KUHP. "Secara jujur, proposional (cek lagi), kami melihat bahwa dakwaannya sudah disusun dengan baik. Sudah memenuhi syarat-syarat dakwaan menurut KUHP. Jadi kami tidak menyatakan eksepsi atau tidak menyatakan keberatan," kata Henry Yosodiningrat. 

Namun demikian, lanjut Henry, ada beberapa catatan sesuai dengan uraian penuntut umum sendiri yang dianggap perlu diangkat dan diketahui publik, yakni perihal latar belakang pada peristiwa tersebut. "Apa sih yang melatarbelakangi peristiwa ini dan apa sih yang terjadi yang dialami anggota kepolisian atas perlakuan dari FPI itu? Itu saja. Jadi tidak ada hal-hal lain. Kalau begitu kan kami tidak mengajukan eksepsi, atau keberatan. Nah ini nanti tidak terangkat. Saya coba dengan forum itu tadi," kata dia.

Adapun Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat dua terdakwa, Briptu FR dan Ipda M Yusmin O, dengan Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. "Bahwa akibat perbuatan terdakwa melakukan penganiayaan secara bersama-sama dengan saksi Ipda M Yusmi Chorella dan Ipda Elwira Priadi Z (almarhum) mengakibatkan matinya Andi Oktiawan, Faiz Ahmad Syukur, Lutfi Hakim, Akhmad Sofiyan, M. Reza, dan Muhammad Suci Khadavi Putra," kata Jaksa Penuntut Umum kata Jaksa Penuntut Umum Zet Tadung Allo membacakan dakwaan Briptu Fikri Ramadan. 

Baca juga: Terdakwa Unlawful Killing Laskar FPI Dijerat Pasal Pembunuhan dan Penganiayaan

Dalam surat dakwaan, jaksa menjelaskan peran Briptu Fikri bersama dua terdakwa lain, yakni Ipda M Yusmi Chorella dan Ipda Elwira Priadi Z yang menyebabkan tewasnya empat laskar FPI. "Bahwa akibat perbuatan terdakwa melakukan penganiayaan secara bersama-sama dengan saksi Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Elwira Priadi Z (almarhum) mengakibatkan matinya Andi Oktiawan, Faiz Ahmad Syukur, Lutfi Hakim, Akhmad Sofiyan, M. Reza, dan Muhammad Suci Khadavi Putra," kata Jaksa membacakan dakwaan terdakwa M Yusmi Chorella. (Ant/OL-14)

Baca Juga

MI/Kisar Rajagukguk

Ngeri, Tumpukan Sampah di TPA Cipayung Depok Capai 30 Meter

👤Kisar Rajagukguk 🕔Rabu 08 Desember 2021, 10:25 WIB
TIMBUNAN sampah di Tempat  Pembuangan Sampah (TPA) Cipayung, Kota Depok melebihi kapasitas. Kondisi ini dikawatirkan longsor, apalagi...
dok.Ant

Polisi Bongkar Posko dan Antribut Ormas di Jakarta Barat

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 08 Desember 2021, 09:50 WIB
POSKO atau gardu ormas yang berdiri di atas Fasum ataupun Fasos yang berada di wilayah kecamatan Tambora Jakarta Barat,...
ANTARA/HO Sudin Gulkamart Jakarta Barat.

Kebakaran di Permukiman di Tambora Tewaskan Satu Keluarga

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 08 Desember 2021, 09:38 WIB
Mereka meninggal diduga karena terjebak di dalam rumah saat peristiwa kebakaran...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya