Selasa 14 September 2021, 11:30 WIB

Polisi Siapkan Skenarion Penerapan Ganjil-Genap di Tempat Wisata DKI

Hilda Julaika | Megapolitan
Polisi Siapkan Skenarion Penerapan Ganjil-Genap di Tempat Wisata DKI

ANTARA/Dhemas Reviyanto
Petugas melintas di kawasan Taman Margasatwa Ragunan yang tutup sementara saat PPKM di Jakarta.

 

POLDA Metro Jaya, saat ini, tengah menyiapkan skenario penerapan ganjil-genap di kawasan wisata di DKI Jakarta. Hal itu untuk merespons arahan pemerintah pusat soal pemberlakuan ganjil-genap tiap akhir pekan di kawasan tempat wisata.

"Nanti, sedang kita konsepkan dulu," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, Selasa (14/9).

Sambodo mengatakan Polda Metro Jaya bersama instansi terkait kini tengah mematangkan kebijakan di lapangan hingga memetakan tempat wisata di DKI Jakarta yang telah dibuka untuk publik kembali.

Baca juga: Pemkot Bekasi Buka Gerai Vaksinasi di Mall Hingga 30 September

"Kita lagi lihat mana tempat wisata di DKI yang buka," jelasnya.

Sebelumnya, tempat wisata akan mulai uji coba pembukaan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat selama perpanjangan PPKM Jawa dan Bali.

Salah satu yang diatur ialah pembatasan kendaraan yang menuju suatu destinasi.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menerangkan pemerintah memberlakukan penerapan ganjil-genap kendaraan pada tempat wisata mulai pukul 12.00 sampai dengan minggu pukul 18.00.  

"Ganjil genap (kendaraan) ini bertujuan untuk mengurangi kendaraan yang datang," ucapnya dalam konferensi pers virtual, Senin (13/9).

Luhut menyinggung soal keramaian yang terjadi di tempat wisata seperti Pantai Pangandaran, Jawa Barat, yang dipadati pengunjung dari Bandung Raya, Tasikmalaya, dan Jabodetabek beberapa waktu lalu.

Hal ini dinilainya berpotensi meningkatkan penyebaran kasus impor bagi daerah tersebut.

"Ganjil genap ini supaya jangan terjadi lagi seperti di Pangandaran pada minggu lalu. Jumlah pengunjungnya luar biasa," imbuhnya.

Menko Marves juga membeberkan, tingkat okupansi hotel di beberapa kawasan wisata penuh. Misalnya yang berada di Pangandaran. Hal itu, katanya, berlawanan dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur terkait kapasitas hotel yang diperbolehkan.

Untuk itu, pemerintah pusat mendorong agar pemerintah daerah mengawasi kondisi ini dan melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk pengabaian peraturan mengenai PPKM ini. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Ingin Berwisata ke Ancol dan TMII, Waspada Kebijakan Ganjil-genap

👤Yona Hukmana, Hilda Julaika 🕔Jumat 17 September 2021, 10:35 WIB
Penerapan ganjil genap di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata diberlakukan mulai hari ini Jumat, 17 September...
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Ini Upaya Anies Baswedan Atasi Pencemaran Udara

👤 Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 17 September 2021, 09:20 WIB
Pemprov DKI Jakarta menghormati putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap gugatan 32 warga DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten...
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Instalasi Sepatu Raksasa di Sudirman Untuk Promosikan Industri Kreatif

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 17 September 2021, 09:18 WIB
Instalasi sepatu raksasa ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian acara Festival Kolaborasi Jakarta...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Siap Bawa Pulang Piala Sudirman

 Terdapat empat pemain muda yang diharapkan mampu membuat kejutan di Finlandia.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya