Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENULARAN wabah covid-19 di Jakarta semakin menurun. Pengendalian Covid-19 di DKI Jakarta pun sudah membuahkan hasil dengan sebanyak 94% RT di Jakarta sudah masuk ke zona hijau.
Hal ini diketahui dari paparan Biro Pemerintahan DKI Jakarta dalam diskusi virtual BPSDM DKI Jakarta, Kamis (9/9).
Dari data Pemprov DKI Jakarta, total ada 28.949 RT yang berkategori zona hijau. Rinciannya 7.528 RT di Jakarta Timur, 6.144 RT di Jakarta Barat, 5.709 RT di Jakarta Selatan, 5.027 RT di Jakarta Utara, 4.415 RT di Jakarta Pusat, dan 126 RT di Kepulauan Seribu.
Sementara itu, untuk jumlah RT zona kuning ada 1.523 RT dengan rincian 407 RT di Jakarta Timur, 361 RT di Jakarta Selatan, 354 RT di Jakarta Barat, 262 RT di Jakarta Utara, 138 RT di Jakarta Pusat, dan 1 RT di Kepulauan Seribu.
Untuk RT zona oranye tersisa 10 RT yakni di Jakarta Timur 5 RT, di Jakarta Selatan 3 RT, serta di Jakarta Barat dan Jakarta Utara masing-masing 1 RT.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, penurunan kasus covid-19 di Jakarta jangan disambut dengan euforia. Warga dan seluruh pihak masih harus waspada karena peningkatan kasus bisa terjadi kapan saja.
"Memang kasus di Jakarta ini sudah menurun ya tapi kita tidak boleh senang. Kita tidak boleh euforia karena potensi penularan masih ada. Virusnya masih bisa menyalip di tikungan bila saya istilahkan kita ini ada di arena balap," ujar Dwi dalam kesempatan tersebut.
Jumlah RT zona hijau ini meningkat. Sebelumnya pada data per 28 Agustus lalu jumlah RT zona hijau di Jakarta ada 26.232 RT di Jakarta atau 86%. Kategori RT zona hijau adalah RT yang tidak memiliki kasus aktif covid-19 selama tujuh hari berturut-turut.
Sementara itu total RT di Jakarta ada 30.482 RT. Saat itu ada 116 RT zona oranye di Jakarta yang artinya memiliki 6-10 rumah dengan kasus aktif Covid-19.
Kemudian, ada 4.131 RT berada di zona kuning atau memiliki 1-5 rumah dengan kasus aktif covid-19. Sisanya sebanyak 3 RT adalah zona merah atau memiliki lebih dari 10 rumah dengan kasus aktif Covid-19. (Put/OL-09)
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Seharusnya, lanjut Bun, Pemprov DKI siap siaga sejak awal. Termasuk apel siaga dan persiapan teknis lainnya.
SEBANYAK 109 tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta akan dibongkar. Dinas Bina Marga DKI Jakarta berharap pembongkaran tiang monorel itu dapat memecah kemacetan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved