Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Metro Tangerang Kota memutuskan untuk tidak melanjutkan penyelidikan terhadap pembuat mural mirip Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di tembok Kolong jembatan rel Kereta api Bandara Soekarno Hatta, Jalan Pembangunan 1 Kelurahan Batujaya Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Banten.
Mural dengan tulisan 404: Not Found tersebut, dijelaskan Kapolrestro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima, hanya melanggar Peraturan Daerah (Perda) dan tidak mengandung unsur pidana. "Enggak ada kok. Kami enggak menindaklanjuti," jelasnya, Jumat (20/8).
Deonijiu mengatakan, yang dilanggar yaitu Perda Nomor 8 Tahun 2018 tentang ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. "Itu tidak memenuhi unsur. Itu hanya melanggar perda. Itu hanya mengotori pemandangan atau ketertiban umum. Itu enggak masuk pidana dan itu hanya kena perda saja," ungkapnya.
Dalam Perda Nomor 8 Tahun 2018 diketahui Pasal 25 ayat 1 huruf H menyebutkan setiap orang dilarang mencoret gambar pada dinding bangunan pemerintah atau milik orang lain, tempat ibadah, pasar, jalan raya, dan pagar tanpa seizin atau pengelola bangunan. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Tangerang, Agus Suhendra, belum bisa dimintai keterangan perihal tersebut.
Seperti diketahui, mural mirip wajah Presiden Jokowi yang berukuran sekira 1x2 meter di tembok kolong jembatan kereta api Bandara Soekarno-Hatta dilakukan dengan cara menutup kedua mata gambar tersebut dengan cat merah dan bertulisan warna putih 404:not found yang berarti eror.
Berdasarkan keterangan di lokasi, mural pelecehan terhadap wajah mirip Jokowi itu sudah ada sejak awal 2021. Hanya, warga sekitar tidak perhatian dan memahami makna dari tulisan 404:not found tersebut.
Padahal setiap hari di kolong itu banyak masyarakat yang berlalu lalang dan nongkrong sambil minum kopi di sekitar mural. "Hampir setiap hari kami nongkrong di sini dan banyak pembeli yang mampir untuk minum kopi," kata pedagang kopi keliling, Irsyad, yang kerap mangkal di lokasi, Kamis (12/8).
Baca juga: Aparat Diminta tidak Berlebihan Merespons Kritik Masyarakat
Namun, kata dia, dirinya beserta warga tidak memperhatikan tulisan yang menutupi kedua mata mural mirip wajah presiden tersebut. Begitu pula dengan si pembuat mural. Irsyad mengaku tidak tahu karena gambar itu dibuat pada malam hari.
"Kami enggak tahu siapa yang melukisnya. Tahu-tahu paginya kaleng cat sudah berserakan di sekitar kolong rel," kata dia. (OL-14)
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved