Kamis 05 Agustus 2021, 21:10 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tembus 10%, Pemprov DKI: Selamat Dari Resesi

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tembus 10%, Pemprov DKI: Selamat Dari Resesi

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, hari ini.

 

DI tengah turbulensi resesi ekonomi akibat pandemi covid-19, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mampu menyelamatkan perekonomian DKI Jakarta pada kuartal dua (Q2) 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta tumbuh melesat sebesar 10,91% secara year on year (YoY) di Q2-2021 ini.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta Sri Haryati menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya atas kerja keras berbagai pihak yang telah membantu Pemprov DKI Jakarta menyelamatkan ekonomi dari jurang resesi.

“Selama empat kuartal ke belakang, pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta nilainya minus. Alhamdulillah, atas kerja keras kita bersama, pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta pada Q2-2021 nilainya positif dan tumbuh double digit secara YoY, yakni 10,91%,” kata Sri Haryati.

Sri memaparkan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini didorong dari beberapa peristiwa. Di antaranya, adanya momen Idul Fitri 1442 H, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13, serta relaksasi perpajakan kendaraan bermotor (PPnBM) yang dilakukan sejak Maret 2021.

Baca juga: PPKM, Kartu Vaksin Jadi Syarat Masuk Mal

Adapun, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Harga Berlaku DKI Jakarta pada Q2-2021 sebesar Rp 721,5 triliun. Pada PDRB menurut lapangan usaha, industri pengolahan penyumbang sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,54%. Kemudian, bidang perdagangan sebesar 2,01%, industri penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 1,59%, industri transportasi dan pergudangan sebesar 1,25% dan lain-lain sebesar 3,51%.

Sedangkan, pada PDRB menurut pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) menjadi penyumbang tertinggi untuk pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta, dengan kontribusi sebesar 5,14%. Sementara, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah berkontribusi sebesar 3,01%, Pembentukan Modal Tetap Bruto berkontribusi sebesar 2,05% dan lainnya sebesar 0,71%.

“PKRT tumbuh cukup tinggi di kuartal kedua 2021 ini karena didorong fenomena jumlah pelanggan listrik untuk rumah tangga tumbuh positif, jumlah pengunjung rekreasi meningkat dan konsumsi internet rumah tangga untuk Pendidikan dan pekerjaan meningkat. Hal ini seiring dengan adanya kebijakan Bekerja Dari Rumah (WFH) dan Sekolah Dari Rumah (SFH),” paparnya. (OL-4)

Baca Juga

Foto: Pemkot Bekasi

Plaza Cibubur Gelar Vaksinasi Covid-19 dengan 600 Dosis Per Hari

👤 Rudi Kurniawansyah 🕔Rabu 22 September 2021, 10:36 WIB
Gerai Vaksinasi Covid-19 menyediakan sebanyak 600 dosis vaksin Astra Zeneca dan Pfizer per harinya demi menggesa percepatan pencapaian herd...
Antara

Pekerja Sektor Non-esensial Sudah Bisa Beraktivitas di DKI

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 22 September 2021, 10:30 WIB
PEKERJA sektor non-esensial diperbolehkan kembali bekerja di kantor. Namun, dibatasi sebanyak 25 persen dari jumlah...
Ist/Thinkstock

Polisi Tangkap Spesialis Jambret di Taman Sari

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 22 September 2021, 08:46 WIB
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKP Niko Purba mengatakan MS pemain tunggal dalam dunia penjambretan dan mengaku telah beraksi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Miliarder Baru dari Pundong

MASYARAKAT dihebohkan dengan video viral warga Dukuh Pundong III, Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membeli tiga mobil dengan uang tunai.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya