Sabtu 31 Juli 2021, 10:21 WIB

Banyak Pasien Covid-19 Bergejala Berat di Jakarta

 Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Banyak Pasien Covid-19 Bergejala Berat di Jakarta

MI/ANDRI WIDIYANTO
Petugas menyiapkan tempat isolasi pasien Covid-19 di Gelanggang Olahraga (GOR) Matraman, Jakarta, Rabu (14/7/2021).

 

 DEPUTI Gubernur DKI Bidang Pengendalian Penduduk dan Kawasan Permukiman Suharti Sutar mengungkapkan rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Jakarta saat ini masih dipenuhi oleh pasien-pasien bergejala sedang hingga berat. Ia bahkan mengungkapkan sekitar 5% pasien dalam kondisi kritis.

Hal ini terbukti dari keterisian tempat tidur ICU (intensive care unit) atau 'bed occupancy rate' (BOR) ICU yang masih mencapai 84% per 29 Juli 2021.

Total dari 1.628 tempat tidur ICU yang disediakan di 140 RS rujukan covid-19 di Jakarta, sejumlah 1.368 tempat tidur masih terisi.

"ICU masih tinggi 84% karena masih banyak warga butuh ICU tapi belum dapat tempat. Jadi kalau dihitung rata-rata dari posisi kasus aktif biasanya umumnya 5% yang gejalanya berat atau kritis," ungkapnya dalam diskusi virtual, Jumat (30/7).

Ia juga memperkirakan masih banyak pasien positif Covid-19 bergejala sedang hingga berat yang belum tertangani karena memilih menjalani perawatan di rumah atau isolasi mandiri. Jumlahnya sekitar 2.000-an orang.

Menurut dia, kondisi ini dapat terjadi kepada warga yang belum mendapatkan vaksinasi karena berbagai sebab semisal memiliki penyakit komorbid serta dalam kondisi tidak stabil.

"Meski ada saja ada yang bisa divaksinasi, yang komorbid atau autoimun. Kita sangat paham bahwa mereka secara medis belum bisa vaksinasi. Tetap kita bantu untuk kemudian bisa divaksinasi pada akhirnya," ujarnya.

Di sisi lain, kabar gembira datang dari kapasitas tempat tidur perawatan isolasi. Jumlah BOR isolasi di Jakarta terus menurun.

Sampai 29 Juli, dari total 11.625 tempat tidur isolasi, keterisiannya turun ke angka 7.186 tempat tidur atau 62%.

"Kasus aktif mereka yang sekarang belum sembuh ada di RS, ruang isolasi, ICU, Wisma Altet, Rusun Nagrak, Rusun Pasar Rumput di wisma-wisma yang disediakan plus di rumah. Angkanya juga terus menurun," tukasnya.

Namun, ia menegaskan penurunan kasus ini tidak boleh membuat semua pihak lengah. Protokol kesehatan masih harus terus ditegakkan. (Put/OL-09)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Pemkot Jakpus Antisipasi Rawan Genangan Banjir 

👤Yakub Pryatama 🕔Sabtu 18 September 2021, 10:08 WIB
Irwandi menuturkan pihaknya akan mengecek pompa air apakah berfungsi baik atau...
Ist

Dosen UNJ Kembangkan Literasi Bahasa Asing di TBM Bukit Duri Bercerita

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 17 September 2021, 20:26 WIB
Sejumlah dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melakukan pengabdikan masyarakat sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi di...
Dok. akun YouTube MuhammadKece

Polri: Muhammad Kece Dianiaya Tahanan Rutan Bareskrim

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 17 September 2021, 20:14 WIB
YouTuber yang menjadi tersangka kasus penistaan agama itu telah melaporkan pelaku penganiayaan terhadap dirinya selama berada di Rutan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya