Senin 26 April 2021, 12:52 WIB

Dua Pekan Puasa, Jumlah Pengguna KRL Berkurang 7,1%

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Dua Pekan Puasa, Jumlah Pengguna KRL Berkurang 7,1%

ANTARA/Fakhri Hermansyah
Sejumlah penumpang KRL Commuter Line berjalan di peron usai tiba di Stasiun Tanah Abang, Jakarta.

 

KAI Commuter mencatat tren berkurangnya pergerakan masyarakat yang menggunakan KRL pada bulan Ramadan tahun ini. Selama lebih kurang dua pekan memasuki bulan puasa, volume pengguna KRL per hari rata-rata mencapai 378.031 pengguna.

"Angka ini turun 7,1% dibanding rata-rata volume pengguna KRL pada 1-12 April 2021 sebelum memasuki bulan Ramadan yang mencapai 407.298 pengguna," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan tertulis, Senin (26/4).

Pada Senin (26/4) pagi, jumlah pengguna yang memanfaatkan jasa KRL hingga pukul 09.00 WIB tercatat 166.914 pengguna. Angka itu naik 1% dibandingkan Senin pekan lalu pada waktu yang sama dengan jumlah pengguna mencapai 164.857.

Baca juga: Polisi Juga Cegah Warga Mudik Lewat Sungai Citarum

Sejumlah stasiun yang mencatat kenaikan jumlah pengguna antara lain Stasiun Bojonggede (12.730 pengguna, naik 14%), dan Stasiun Depokbaru (7.389, naik 4%).

Sementara stasiun yang junlah penggunanya turun antara lain Stasiun Bogor (12.359, turun 2%), dan Stasiun Bekasi (9.483, turun 4%).

Selain itu, pola pergerakan pengguna sepanjang dua pekan bulan puasa tahun ini juga mengalami pergeseran.

"Apabila pada hari-hari sebelum bulan puasa pengguna KRL terkonsentrasi pada pukul 06.00-08.00 WIB pada jam sibuk pagi, maka pada bulan puasa ini pengguna KRL terkonsentrasi pada pukul 07.00-08.00 WIB," jelas Anne.

Untuk jam sibuk sore hari, pengguna KRL terkonsentrasi pukul 16.00-17.00 WIB dari yang sebelumnya pukul 17.00-18.00 WIB. Selain waktu-waktu tersebut, jarang terdapat kepadatan pengguna di dalam KRL maupun antrean di stasiun.

KAI Commuter menyarankan pengguna dapat merencanakan kembali perjalanannya dengan KRL untuk menghindari jam-jam sibuk tersebut. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Anggaran Penanganan Covid-19 DKI Tahun Jauh Berkurang

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:29 WIB
JUMLAH anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD DKI Jakarta tahun ini hanya Rp2,1...
winnetnews.com

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan Remaja di Jakbar

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:17 WIB
Seorang remaja bernama Idris Saputra, 18, ditembak oleh orang tak dikenal di kawasan Mangga Besar, Taman Sari Jakarta Barat, Selasa (22/6)...
ucdavis.edu

Wagub Tegaskan Non DKI Bisa Terima Vaksin di Wilayahnya

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:11 WIB
Warga non DKI dimungkinkan untuk dilayani mendapatkan vaksinasi di Jakarta dengan syarat membawa surat keterangan domisili saat datang ke...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya