Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Warga Harap Headway Green Line Dipersingkat

Abi Rama
28/1/2026 19:03
Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Warga Harap Headway Green Line Dipersingkat
Stasiun Jatake Resmi Beroperasi.(MI/Abi Rama)

STASIUN Kereta Api Jatake resmi mulai beroperasi hari ini, Rabu (28/1). Stasiun baru di lintasan KRL Green Line itu disambut antusias warga karena dinilai mempermudah akses transportasi bagi masyarakat sekitar.

Salah satu pengguna KRL, Rubi, warga Gading Serpong, mengaku senang dengan hadirnya Stasiun Jatake. Selama ini, ia harus menuju stasiun lain yang jaraknya lebih jauh untuk menggunakan layanan KRL.

“Senang banget, karena jadi ada akses turun yang lebih dekat. Kita tahu stasiun-stasiun di Green Line jaraknya jauh-jauh, terutama setelah Serpong,” ujar Rubi.

Sebelum Stasiun Jatake beroperasi, Rubi biasa menggunakan Stasiun Cicayur atau Cisauk. Kini, ia menilai perjalanan menjadi lebih efisien karena jarak dan waktu tempuh dapat dipangkas.

“Biasanya saya ke Cicayur atau Cisauk. Sekarang bisa langsung ke sini,” katanya.

Meski demikian, Rubi berharap penambahan stasiun baru ini juga diimbangi dengan peningkatan jumlah perjalanan kereta. Menurutnya, lonjakan penumpang perlu diantisipasi agar layanan tetap optimal.

“Harapannya stasiunnya bertambah, keretanya juga bertambah. Biar seimbang, karena pasti makin banyak orang yang pakai,” lanjutnya.

Sejalan dengan itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan layanan KRL Green Line, terutama terkait pemendekan headway atau jarak waktu antar kereta.

Menurutnya, perbaikan jaringan listrik dan sistem persinyalan menjadi kunci utama.

“Kita akan perbaiki aliran dan jaringan listriknya, sehingga persinyalannya juga kita tingkatkan. Dengan begitu, headway bisa kita perpendek,” ujar Dudy usai peresmian Stasiun Jatake di Kabupaten Tangerang.

Selain itu, pemerintah juga akan menertibkan perlintasan sebidang ilegal yang dinilai membahayakan keselamatan dan menghambat laju perjalanan kereta.

“Perlintasan sebidang yang ilegal dan liar akan kita tutup, karena itu membahayakan dan membuat kecepatan kereta terkendala,” tegasnya.

Terkait rencana penambahan frekuensi perjalanan KRL Green Line, Dudy menyebut hal tersebut akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan infrastruktur serta pertumbuhan jumlah penumpang. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya