Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Tiga Kota Mandiri Dorong Kinerja Paramount Land

Media Indonesia
28/2/2026 20:14
Tiga Kota Mandiri Dorong Kinerja Paramount Land
Warga menyaksikan atraksi liong saat Festival Cap Go Meh di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (8/2/2025).(Antara/Putra M. Akbar)

MEMASUKI usia dua dekade pada tahun 2026, emiten properti Paramount Land menetapkan target prapenjualan (marketing sales) yang ambisius sebesar Rp5,5 triliun. Angka tersebut mencerminkan kepercayaan diri perusahaan setelah berhasil menjaga kinerja solid sepanjang 2025 meski dihadapkan pada dinamika ekonomi nasional yang fluktuatif.

Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi, mengungkapkan bahwa pencapaian hingga usia dua dekade ini merupakan hasil sinergi strategis dan konsistensi dalam mengembangkan kawasan township. "Kekuatan kami berawal dari keberhasilan membangun Paramount Gading Serpong, yang kemudian dieksplorasi lebih jauh melalui proyek Paramount Village Semarang dan Paramount Petals yang kini bertumbuh dinamis," ujar Nawawi di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Fokus Pengembangan Gading Serpong dan Paramount Petals

Target marketing sales tahun ini ditopang oleh penjualan produk di dua kawasan kota mandiri utama, yakni Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals. Di Gading Serpong, pengembang akan meluncurkan distrik komersial baru bertajuk Victoria District di atas lahan seluas 10 hektare.

Sementara itu, di Paramount Petals, pengembangan akan difokuskan pada kombinasi produk hunian dan komersial. Hingga Februari 2026, Paramount Petals mencatat progres pembangunan yang signifikan sebagai berikut:

Indikator Pembangunan Jumlah/Status
Unit Residensial Terbangun ± 1.300 Unit
Unit Diserahterimakan ± 1.000 Unit
Tingkat Keterhunian ± 600 Keluarga

Akses Tol KM 25: Katalis Nilai Properti Koridor Barat

Konektivitas menjadi milestone penting bagi Paramount Petals di koridor barat Jakarta. Realisasi akses tol langsung Jakarta-Tangerang di KM 25 kini telah memasuki tahap persiapan Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasi (ULO) dengan target operasional pada pertengahan 2026.

Direktur Paramount Land, Norman Daulay, menegaskan bahwa pembangunan tol ini adalah inisiatif perusahaan untuk menyelesaikan persoalan kemacetan dan banjir di kawasan tersebut. "Kompensasinya adalah kenaikan nilai jual properti di titik strategis," tambah Nawawi.

Strategi Recurring Income dan Alokasi Capex Rp800 Miliar

Paramount Land juga mulai memperkuat ekosistem kehidupan yang berkelanjutan dengan menargetkan kenaikan pendapatan berulang (recurring income) sebesar 3 persen setiap tahunnya. Untuk merealisasikan hal ini, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp800 miliar.

Beberapa proyek kunci yang akan menjadi mesin pendapatan berulang meliputi:

  • Kesehatan: Ekspansi Rumah Sakit Bethsaida di Gading Serpong, Serang, dan pembangunan unit baru di Paramount Petals.
  • Pendidikan: Pembangunan Masada School yang ditargetkan beroperasi pada tahun ajaran 2027.
  • Ritel & Komersial: Kelanjutan proyek Hudson Square, pembangunan lifestyle mall, supermarket, serta bursa mobil.
  • Hospitality: Renovasi besar-besaran pada Vega Hotel dan Atria Residence untuk penyegaran produk.

Analisis Pasar Properti 2026

Optimisme Paramount Land didukung oleh hasil survei Bank Indonesia yang mencatat penjualan properti residensial di pasar primer tumbuh 7,83% (YoY) pada triwulan IV 2025. Penurunan suku bunga dan insentif pemerintah menjadi pendorong utama daya beli masyarakat di tahun 2026.

Dengan kapasitas pembangunan yang mampu mencapai 1.600 hingga 1.800 unit per bulan pada periode puncak, Paramount Land optimistis dapat mengejar target yang sempat terkoreksi pada tahun sebelumnya akibat dinamika ekonomi global dan domestik. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya